Editor ; Moh.Nasir Tula
Palu, beritasulteng.id – Masa bakti pengurus Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Poboya periode 2022–2025 di bawah kepemimpinan Moh. Miqdat resmi berakhir. Kepemimpinan organisasi tersebut selanjutnya diserahterimakan kepada Yayan Sofyan sebagai Ketua LPM Poboya periode 2026–2030.
Prosesi serah terima jabatan dirangkaikan dengan penyampaian Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Ketua LPM periode sebelumnya serta pemaparan LPJ dari PT Poboya Sintuvu Maroso (PSM), perusahaan yang selama ini bermitra dengan LPM dalam mendukung sejumlah program pemberdayaan masyarakat.

Kegiatan yang berlangsung di eks Kantor Lurah Poboya pada Kamis malam (16/7/2026) itu dihadiri Lurah Poboya Muhamad Zulfin, S.AP., Ketua Koperasi Poboya Sofyar, S.P., para Ketua RW dan RT, tokoh pemuda, serta tokoh masyarakat Kelurahan Poboya.
Acara berlangsung dalam suasana tertib, penuh keakraban, dan diakhiri dengan sesi penyampaian masukan dari para peserta yang hadir.
Dalam sambutannya, Lurah Poboya Muhamad Zulfin mengajak pengurus LPM yang baru untuk terus membangun koordinasi dengan seluruh Ketua RW, RT, dan elemen masyarakat dalam menjalankan program kerja yang berpihak pada kepentingan warga.
“Susunlah program-program yang benar-benar bermanfaat bagi masyarakat. Kami juga mengajak seluruh Ketua RW, RT, dan tokoh masyarakat untuk bersama-sama mendukung program kerja LPM yang baru,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pelaksanaan program tentu membutuhkan dukungan pendanaan. Karena itu, komunikasi dan kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk perusahaan yang beroperasi di wilayah Poboya, perlu terus dibangun.

Menurut Zulfin, LPM memiliki peluang menjalin kemitraan dengan perusahaan, termasuk PT Citra Palu Minerals (CPM) dan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), guna mendukung program-program pemberdayaan masyarakat sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku.
Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya transparansi dalam pengelolaan anggaran dan penyusunan program berdasarkan hasil musyawarah bersama masyarakat.
“Kami berharap koordinasi terus terjaga sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, Zulfin turut menyampaikan apresiasi kepada pengurus LPM periode sebelumnya atas pengabdian selama masa kepemimpinan.
“Atas nama Pemerintah Kelurahan Poboya, kami mengucapkan terima kasih kepada Ketua dan seluruh pengurus LPM periode 2022–2025 atas dedikasi dan tanggung jawab yang telah diberikan. Semoga pengalaman ini menjadi bekal bagi kepengurusan yang baru,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua LPM Poboya periode 2026–2030, Yayan Sofyan, S.Pd., menjelaskan bahwa agenda utama pertemuan tersebut adalah mendengarkan LPJ pengurus sebelumnya, LPJ PT PSM, serta pelaksanaan serah terima jabatan.
Ia mengatakan pembahasan program kerja jangka pendek, menengah, dan panjang akan dilakukan dalam pertemuan berikutnya dengan melibatkan Ketua RW, RT, serta tokoh masyarakat.
“Setelah LPJ diselesaikan dan mendapat masukan dari peserta rapat, kami akan mulai menyusun program kerja bersama pengurus baru dengan melibatkan seluruh unsur masyarakat,” ujarnya.
Yayan menegaskan pihaknya juga akan terus berkoordinasi dengan pengurus sebelumnya, terutama terkait penyelesaian program yang belum rampung maupun administrasi yang masih berjalan.
“Kami tetap akan berkoordinasi dengan Ketua LPM sebelumnya mengenai program yang belum selesai maupun hal-hal lain yang masih perlu ditindaklanjuti. Tujuan kami sama, yaitu membangun Poboya menjadi lebih maju dan sejahtera,” katanya.

Di sisi lain, Ketua LPM Poboya periode sebelumnya, Moh. Miqdat, memaparkan sejumlah program yang telah dilaksanakan selama masa kepemimpinannya, antara lain pembukaan jalan kantong produksi, normalisasi bantaran sungai, rehabilitasi Lapangan Vatumorangga beserta pembangunan tribun, perbaikan jalan di wilayah Poboya Kinta, pembangunan bak penampungan air, penyediaan bak sampah, serta pelaksanaan berbagai kegiatan kemasyarakatan, termasuk peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia setiap tahun.
Ia mengakui masih terdapat kekurangan selama masa kepengurusannya dan menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Poboya.
“Kami menyadari masih banyak kekurangan dan kesalahan dalam menjalankan amanah ini. Atas segala kekhilafan, kami memohon maaf kepada seluruh masyarakat Poboya. Kami juga siap mendukung dan berkolaborasi dengan kepengurusan yang baru demi kemajuan Kelurahan Poboya,” ujarnya.
Dalam sesi diskusi, Ketua Koperasi Poboya Sofyar dan salah seorang Ketua RT, Ratni, turut menyampaikan sejumlah masukan dan pertanyaan yang pada prinsipnya bertujuan memperkuat sinergi antarwarga serta mendukung pelaksanaan program kerja LPM Poboya periode 2026–2030.
Secara keseluruhan, rangkaian kegiatan berlangsung lancar, tertib, dan ditutup dengan komitmen bersama untuk memperkuat kolaborasi antara LPM, pemerintah kelurahan, serta seluruh elemen masyarakat dalam mendukung pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di Kelurahan Poboya.







