Editor ; Moh.Nasir Tula
Palu, beritasulteng.id – Gerakan Rakyat untuk Daerah Sulawesi Tengah (Garuda Sulteng) menggelar pertemuan konsolidasi di Warkop Garuda88, Kota Palu, Sabtu (19/9/2026), untuk membahas sejumlah persoalan terkait pengelolaan sumber daya alam (SDA), khususnya sektor pertambangan, serta peluang ekonomi bagi masyarakat lokal.
Pertemuan tersebut dikoordinasikan oleh Andi Ridwan selaku Koordinator Garuda Sulteng. Sejumlah agenda dibahas, antara lain pemetaan isu pertambangan, penyusunan tuntutan, strategi gerakan, serta persiapan rencana aksi di Tanggal 1 Oktober 2026.
Salah satu isu yang menjadi pembahasan adalah dorongan agar pengelolaan SDA di Sulawesi Tengah memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat di daerah. Peserta juga membahas pentingnya terbukanya lapangan kerja dan peluang ekonomi bagi masyarakat lokal di sekitar wilayah pertambangan.
Andi Ridwan mengatakan, konsolidasi dilakukan untuk menyatukan berbagai aspirasi masyarakat dalam agenda yang terorganisasi.
“Yang kita perjuangkan adalah kepentingan masyarakat. Sumber daya alam yang ada di daerah harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat lokal, termasuk dalam hal lapangan pekerjaan,” ujar Andi.
Dalam pertemuan tersebut, peserta juga melakukan pemetaan terhadap sejumlah isu pertambangan yang menjadi perhatian. Pembahasan mencakup pengelolaan SDA, keterlibatan masyarakat lokal, serta distribusi manfaat ekonomi dari aktivitas investasi di sektor pertambangan.
Kota Palu dan Morowali menjadi salah satu wilayah yang turut mendapat perhatian dalam pembahasan. Kawasan tersebut berkembang sebagai salah satu kawasan industri di Sulawesi Tengah.
Dalam forum itu, muncul aspirasi agar pemerintah daerah lebih aktif mempertemukan pemerintah dan pelaku usaha untuk membahas peluang kerja serta pemberdayaan masyarakat lokal.
Salah satu gagasan yang dibahas adalah mendorong Gubernur Sulawesi Tengah memfasilitasi dialog dengan pelaku usaha pertambangan mengenai penyerapan tenaga kerja lokal dan peluang ekonomi bagi masyarakat daerah.
Selain substansi tuntutan, peserta membahas persiapan rencana aksi. Pembahasan tersebut meliputi waktu pelaksanaan, struktur koordinator lapangan (korlap), pembagian tugas, strategi komunikasi, serta kebutuhan perangkat aksi.
Andi mengatakan, berbagai persiapan tersebut perlu dilakukan secara matang agar agenda yang telah disusun dapat berjalan terarah.
“Kita harus terorganisir dan terstruktur. Mulai dari pemetaan isu, penyusunan tuntutan, strategi sampai perangkat aksi harus dipersiapkan dengan baik,” katanya.
Hasil konsolidasi selanjutnya akan dimatangkan melalui penyusunan agenda, tuntutan, dan langkah lanjutan yang rencananya akan disampaikan kepada pemerintah serta pihak-pihak terkait.
Garuda Sulteng menyatakan isu kesempatan kerja bagi masyarakat lokal, pemerataan manfaat ekonomi, dan keterlibatan masyarakat dalam aktivitas ekonomi pertambangan menjadi bagian dari agenda yang akan terus dikonsolidasikan.
(DhankZ)







