Editor ; Moh.Nasir Tula
Sigi, beritasulteng.id – Kesebelasan Poboya Sintuvu Maroso (PSM) Poboya berhasil melangkah ke babak semifinal Turnamen Sepak Bola memperebutkan Piala Bergilir Abcandra Muhammad Akbar Supratman (Kaka Baju Hitam Akbar), setelah mengalahkan PS Moderat Pakuli dengan skor meyakinkan 5–2, Rabu (12/11/2025), di Lapangan Mantendo, Desa Pakuli, Kecamatan Gumbasa, Kabupaten Sigi.

Pertandingan yang disaksikan ratusan penonton, sebagian besar pendukung tim tuan rumah, berlangsung sengit sejak peluit awal dibunyikan. Meski bermain di bawah tekanan suporter lawan, semangat juang para pemain PSM Poboya tetap tinggi. Hasilnya, baru lima menit laga berjalan, kapten tim Zailun (10) membuka keunggulan bagi PSM Poboya lewat sepakan kaki kanan setelah menerima umpan pendek dari Djunaid.

Unggul cepat membuat PSM Poboya semakin percaya diri. Kombinasi tiga gelandang — Murzaid, Riski, dan Djunaid — mendominasi lini tengah dan mengontrol jalannya permainan. Pada menit ke-17, Husain menambah keunggulan tim tamu menjadi 2–0 melalui aksi individunya yang menembus lini pertahanan PS Moderat dan menaklukkan kiper Rivai Ramadhan.
Tak berhenti di situ, pada menit ke-25, Rifaldi Bucek (9) memperbesar keunggulan menjadi 3–0. Tendangan kerasnya dari jarak tiga meter sempat membentur tiang gawang sebelum akhirnya masuk. Gol tersebut berawal dari kerja sama apik dengan Husain yang tampil gemilang di laga ini.
Tertinggal tiga gol, PS Moderat mulai bermain keras. Tiga pemain mereka, termasuk kapten tim Imam Baihaqi, mendapat kartu kuning akibat pelanggaran berlebihan. Namun, PSM Poboya tetap bermain tenang dan tidak terpancing emosi. Menjelang akhir babak pertama, tepatnya menit ke-35, Husain kembali mencatatkan namanya di papan skor dengan tendangan keras kaki kanan, membawa timnya unggul 4–0.

Di masa tambahan waktu babak pertama, PS Moderat mendapat hadiah penalti setelah salah satu pemain belakang PSM Poboya melakukan handball di kotak terlarang. Fahmi Balo sukses mengeksekusi penalti tersebut dan memperkecil kedudukan menjadi 4–1 hingga babak pertama usai.
Memasuki babak kedua, pelatih PSM Poboya Fikri melakukan rotasi pemain. Djunaid, yang sempat cedera di babak pertama akibat tekel keras lawan, digantikan oleh Alif Rahmad. Sementara itu, PS Moderat juga melakukan perubahan dengan memasukkan Ahmad menggantikan Muhli demi mengejar ketertinggalan.
Permainan tetap berlangsung terbuka. Pada menit ke-65, peluang emas kembali diperoleh PSM Poboya melalui kerja sama Zailun dan Husain, namun sepakan Husain masih melambung tipis di atas mistar. Usaha mereka akhirnya membuahkan hasil di menit ke-71, saat Rifaldi Bucek mencetak gol keduanya lewat sundulan kepala menyambut umpan tarik dari Husain. Skor berubah menjadi 5–1 untuk keunggulan PSM Poboya.

Beberapa menit kemudian, pelatih Fikri kembali melakukan pergantian pemain dengan menarik Rifaldi Bucek dan menggantikannya dengan Faturahman, serta mengganti kiper Ari Eka dengan Moh Fajrin.
Menjelang akhir pertandingan, PS Moderat masih berupaya memperkecil ketertinggalan. Pada menit ke-87, Awaludin berhasil mencetak gol melalui tendangan lob kaki kanan dari dalam kotak penalti. Namun, hingga peluit panjang dibunyikan, skor 5–2 tetap bertahan untuk kemenangan PSM Poboya.
Dengan hasil ini, PSM Poboya dipastikan melaju ke babak semifinal dan menunggu lawan berikutnya dari pertandingan delapan besar lainnya.
Manejer PSM Poboya, Miqdat (Tysen), menyampaikan rasa syukurnya atas keberhasilan tim asuhannya.
“Alhamdulillah, anak-anak bermain sangat kompak dan disiplin selama dua kali 45 menit. Mereka mampu menjaga fokus walaupun sempat mendapat tekanan dari tuan rumah,” ujarnya.
Namun, ia juga menyoroti beberapa keputusan wasit yang dianggap merugikan timnya.
“Kami sedikit kecewa karena asisten wasit beberapa kali salah mengangkat bendera offside di babak kedua. Tapi kami tetap menghargai keputusan wasit dan fokus untuk laga semifinal nanti,” tambahnya.
Tysen berharap seluruh pemain tetap bugar dan tidak mengalami cedera, karena sebagian dari mereka juga akan memperkuat tim pada Turnamen Piala Gubernur Sulawesi Tengah di Desa Alindau, Kabupaten Donggala.
“Kami akan terus menjaga kondisi fisik dan mental pemain agar siap tampil maksimal di dua turnamen besar ini,” tutupnya.







