Ari Eka Jadi Pahlawan, PSM Poboya Amankan Tiket Final Turnamen Kaka Baju Hitam

Editor ; Moh.Nasir Tula

Sigi, beritasulteng.id – Kesebelasan Poboya Sintuvu Maroso (PSM) memastikan langkah ke partai final pada turnamen memperebutkan Piala Bergilir Abcandra Muhammad Akbar Supratman (Kaka Baju Hitam) setelah meraih kemenangan dramatis melalui adu penalti atas PS Sang Pemalas. Laga semifinal tersebut berlangsung di Lapangan Mantendo, Desa Pakuli, Kecamatan Gumbasa, Kabupaten Sigi, Selasa (18/11/2025) sore.

PSM Poboya melaju ke final setelah menang tipis 6–5 lewat drama adu penalti, usai kedua tim bermain imbang 0–0 selama waktu normal.

Jalannya Pertandingan

Sejak peluit awal dibunyikan, pertandingan berlangsung sengit dan kedua tim saling menyerang. Pertandingan dipimpin oleh wasit Sumarling, dibantu Asisten Wasit 1 Eko dan Asisten Wasit 2 Anjas.

Peluang pertama PSM muncul pada menit ke-20 lewat sepakan keras gelandang tengah djunaid dari luar kotak penalti. Namun, bola berhasil diamankan kiper PS Sang Pemalas, Iksan.

Ratusan penonton yang memadati tribun tampak antusias menyaksikan permainan terbuka yang disuguhkan kedua kesebelasan.

Menjelang akhir babak pertama, striker PSM Poboya, Faldy Bucek, diganjar kartu kuning usai memprotes keputusan wasit. Skor kacamata 0–0 bertahan hingga turun minum.

Babak Kedua Lebih Intens

Memasuki babak kedua, PS Sang Pemalas langsung menekan barisan belakang PSM Poboya. Dua striker mereka, Vicky dan Dandi, beberapa kali merepotkan pertahanan PSM yang digalang Muldain dan Rifaldi.

PSM bangkit menguasai permainan lewat umpan-umpan pendek dan pemanfaatan lebar lapangan. Kecepatan dua pemain sayap, Zailun (kapten) dan Sultan Anas, membuat lini belakang Sang Pemalas bekerja keras.

Peluang terbaik PSM datang pada menit ke-63 melalui sepakan Ikram, namun bola masih melebar tipis. Aksi individu Sultan Anas pada menit ke-75 juga belum mampu menjebol gawang Iksan.

Pertandingan sempat memanas pada pertengahan babak kedua. Dua pemain menerima kartu kuning, yaitu Ardy (PSM Poboya) dan Syamsu Lamarauna (PS Sang Pemalas).

Kedua tim melakukan pergantian pemain di menit-menit akhir demi mencari gol penentu. Namun sampai peluit panjang dibunyikan, skor tetap 0–0, sehingga pertandingan dilanjutkan ke babak adu penalti.

Drama Adu Penalti

Lima penendang awal dari masing-masing kesebelasan sukses menjalankan tugasnya:

PSM Poboya:

• Murdain

• Ardy

• Sultan

• Djunaid

• Rivandi

PS Sang Pemalas:

• Rizki

• Vicky

• Dandi

• Syahrul

• Nawal

Dengan skor sama kuat 5–5, pertandingan dilanjutkan ke penendang tambahan sesuai regulasi turnamen.

Kapten PSM Poboya, Zailun, tampil sebagai eksekutor keenam dan dengan tenang menceploskan bola.

Giliran eksekutor keenam PS Sang Pemalas, Irfan, tendangannya ke sisi kiri mampu ditepis kiper PSM Poboya, Ari Eka. Penyelamatan itu memastikan kemenangan 6–5 bagi PSM Poboya.

Komentar dari Manajer

Manajer PSM Poboya, Tysen, menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan timnya melaju ke final.

“Kerja keras para pemain sangat luar biasa. Pertandingan berlangsung ketat sampai harus ditentukan lewat adu penalti. Alhamdulillah semua eksekutor kami menjalankan tugas dengan baik, dan kiper Ari Eka tampil gemilang,” ujarnya.

Tysen juga berharap pada partai final nanti, panitia dapat menghadirkan perangkat pertandingan yang lebih tepat.

“Beberapa keputusan wasit hari ini menurut kami merugikan tim. Semoga di final, perangkat pertandingan yang dipilih dapat memimpin secara lebih optimal agar laga berlangsung kondusif,” harapnya.