Pengprov PBSI Sulteng 2025–2029 Resmi Dilantik, Siap Perkuat Pembinaan Atlet Daerah

Editor ; Moh.Nasir Tula

Jakarta, beritasulteng.id – Pengurus Provinsi Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Sulawesi Tengah masa bakti 2025–2029 resmi dilantik bersama 12 pengurus provinsi lainnya oleh Pengurus Pusat (PP) PBSI di Ruang Serba Guna Pelatnas Cipayung, Jakarta Timur, Selasa (12/5/2026).

Pelantikan dipimpin langsung Ketua Umum PP PBSI, M. Fadil Imran, sebagai bagian dari upaya memperkuat konsolidasi organisasi dan sistem pembinaan bulutangkis nasional di daerah.

Jajaran Pengprov PBSI Sulawesi Tengah yang dilantik terdiri atas Ketua Umum Ir. Gufran Ahmad, Sekretaris Umum Saiful Pangesa, Bendahara Umum Ricky Tjui, Wakil Ketua Umum Devin Lahardi, dan H. Anton.

Selain Sulawesi Tengah, pengurus provinsi lain yang turut dilantik yakni Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Gorontalo, Bengkulu, Kalimantan Timur, Papua Pegunungan, Papua, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Banten, dan Sumatera Utara.

Dalam sambutannya, Ketua Umum PP PBSI M. Fadil Imran menegaskan bahwa pelantikan pengurus daerah bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum memperkuat fondasi pembinaan bulutangkis Indonesia dari tingkat daerah.

Menurutnya, penguatan pembinaan menjadi bagian penting dari evaluasi menyeluruh PP PBSI setelah pelaksanaan Thomas dan Uber Cup 2026.

“Evaluasi yang kami lakukan hari ini harus menjadi momentum perbaikan menyeluruh. PBSI harus memperkuat fondasi pembinaan dari hulu, karena masa depan bulutangkis Indonesia dimulai dari daerah. Pengprov bukan sekadar struktur organisasi, tetapi merupakan garda terdepan dalam menjaring, membina, dan menyiapkan talenta terbaik bangsa,” ujar Fadil.

Ia menilai keberhasilan Indonesia mempertahankan posisi sebagai salah satu kekuatan bulutangkis dunia sangat bergantung pada kualitas pembinaan di tingkat daerah. Karena itu, seluruh pengurus provinsi diminta aktif membangun kompetisi berjenjang, memperkuat klub, meningkatkan kualitas pelatih, serta memperluas pencarian bibit atlet potensial.

“Ke depan kita tidak boleh hanya berorientasi pada hasil jangka pendek. Kita harus membangun ekosistem prestasi yang kuat, terukur, dan berkelanjutan. Pengprov harus menjadi bagian penting dari talent pipeline nasional menuju Asian Games, Kejuaraan Dunia hingga Olimpiade 2028,” tegasnya.

Fadil juga mengingatkan pentingnya menjaga soliditas organisasi dan profesionalisme dalam menjalankan roda kepengurusan PBSI di daerah.

“Di usia PBSI ke-75 tahun, kita harus semakin dewasa sebagai organisasi. Kita harus berani mengevaluasi, berani berbenah, dan memperkuat seluruh mata rantai pembinaan nasional. Semangat persatuan dan profesionalisme harus menjadi kekuatan bersama agar bulutangkis tetap menjadi kebanggaan bangsa Indonesia,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Umum Pengprov PBSI Sulawesi Tengah, Gufran Ahmad, menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan PP PBSI kepada kepengurusan baru PBSI Sulteng.

Ia menegaskan komitmen kepengurusan baru untuk membangun sistem pembinaan bulutangkis yang lebih terstruktur, berjenjang, dan berkelanjutan di Sulawesi Tengah.

“Kami menyadari tantangan ke depan tidak ringan. Karena itu, PBSI Sulteng akan fokus memperkuat pembinaan usia dini, meningkatkan kualitas kompetisi daerah, serta mempererat sinergi dengan klub-klub bulutangkis di seluruh kabupaten dan kota,” ujar Gufran.

Menurutnya, pembinaan atlet usia dini menjadi prioritas penting dalam menciptakan regenerasi atlet yang mampu bersaing di level nasional maupun internasional.

“Kami ingin Sulawesi Tengah tidak hanya menjadi peserta dalam setiap kejuaraan nasional, tetapi mampu melahirkan atlet yang bisa mengharumkan nama daerah dan Indonesia. Untuk itu dibutuhkan kerja sama semua pihak, termasuk pemerintah daerah, KONI, klub, pelatih, dan masyarakat pecinta bulutangkis,” katanya.

Usai pelantikan, Pengprov PBSI Sulawesi Tengah juga melakukan pertemuan dengan pihak PB Djarum yang diwakili Sigit Budiarto untuk menjajaki kerja sama pembentukan mitra PB Djarum di Sulawesi Tengah.

Langkah tersebut dinilai sebagai bagian dari upaya memperkuat pembinaan atlet usia dini sekaligus membuka akses lebih luas terhadap pengembangan prestasi bulutangkis di daerah.

Rangkaian pelantikan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars PBSI, dan Mars Patriot Olahraga. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembacaan surat keputusan, pengucapan janji pengurus, penandatanganan berita acara, hingga penyerahan bendera PBSI kepada ketua pengurus provinsi sebagai simbol amanah organisasi.

Acara ditutup dengan pemberian ucapan selamat, sesi foto bersama,

serta peringatan Hari Ulang Tahun ke-75 PBSI melalui pemotongan tumpeng dan doa bersama.