Editor : Moh.Nasir Tula
Palu, beritasulteng.id – Keberadaan PT. Citra Palu Mineral (CPM), perusahaan tambang yang berada di bawah naungan Bakrie Group, terus mendapat penolakan dari Aliansi Warga Lintas Tambang Poboya. Warga menilai aktivitas pertambangan yang dilakukan PT. CPM berdampak negatif terhadap lingkungan dan kesejahteraan masyarakat setempat.
Sebagai bentuk protes, sebelumnya pada 6 Februari 2025, ratusan warga Lintas Tambang Poboya dan warga Kelurahan Poboya menggelar aksi demonstrasi di depan kantor PT. CPM. Dalam aksi tersebut, warga juga melakukan pemagaran di dua titik akses menuju lokasi perusahaan. Jalan yang dipagari merupakan jalur utama bagi para pekerja PT. CPM.
Hasil pemantauan media ini Pada Sabtu 22 Februari 2025, menunjukkan bahwa setelah sebelumnya terdapat baliho mosi tidak percaya yang dipasang oleh Aliansi Warga Lintas Tambang Poboya di Jalan Veteran, perempatan arah masuk ke Pasar Kelurahan Lasoani, ( Terbit di berita sebelumnya), kini warga kembali menyuarakan penolakan mereka. Pada 21 Februari 2025, aliansi kembali memasang baliho di pertigaan arah menuju Kelurahan Kawatuna dan Jalan Maleo, Kelurahan Lasoani.
Baliho kurang lebih berukuran sekitar tiga meter kali tiga meter tersebut bertuliskan, “Tolak investasi asing Macmahon yang masuk melalui oligarki Salim Group di CPM.” Selain itu, terdapat tiga poin pernyataan dari warga terkait penolakan mereka terhadap keberadaan Salim Group di PT. CPM, yaitu:
- Aktivitas peledakan (blasting) dan penambangan bawah tanah (underground mining) dilakukan di zona merah yang rawan bencana di Kota Palu.
- PT. CPM diduga lebih mengutamakan tenaga kerja asing (TKA) dibandingkan tenaga kerja lokal.
- Perusahaan dianggap tidak peduli terhadap dampak sosial dan kesejahteraan masyarakat di sekitar tambang.
Aliansi Warga Lintas Tambang Poboya menyampaikan aspirasi mereka dengan tegas, “Biarkan masyarakat mengelola dan menikmati hasil alamnya sendiri.”

Tak hanya menolak keberadaan PT. CPM, Aliansi Warga Lintas Tambang Poboya juga menyerukan pengusiran seorang manajer PT. CPM bernama Amran. Sebelumnya, dalam aksi demo yang digelar, warga menyuarakan ketidakpercayaan mereka terhadap Amran dan meminta agar ia meninggalkan perusahaan.

Pemasangan baliho dan spanduk di berbagai titik ini menarik perhatian warga yang melintas di kawasan tersebut. Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak PT. CPM terkait aksi protes yang dilakukan oleh Aliansi Warga Lintas Tambang Poboya







