Banjir Donggala, Pemprov Sulteng Kerahkan Alat Berat dan Dirikan Posko Darurat

Editor ; Moh.Nasir Tula

Palu, beritasulteng.id – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah bergerak cepat menangani bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Desa Wani dan sejumlah wilayah sekitarnya di Kecamatan Labuan, Kabupaten Donggala. Atas perintah langsung Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafis, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Tengah bersama dinas terkait diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penanganan darurat.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Sulawesi Tengah, Asbudianto, meninjau langsung lokasi terdampak pada Senin (12/1/2026). Dalam peninjauan tersebut, ia memastikan kesiapsiagaan pemerintah daerah dalam merespons dampak banjir dan longsor yang mengganggu aktivitas masyarakat serta merusak infrastruktur.

Asbudianto menyampaikan bahwa meskipun sejumlah akses jalan masih belum dapat dilalui akibat timbunan material banjir dan longsor, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah telah mengerahkan alat berat ke beberapa titik terdampak untuk mendukung pembukaan akses dan pembersihan material.

“Kami langsung turun ke lokasi. Alat berat sudah kami kerahkan dan diposisikan di titik-titik terdampak untuk membantu penanganan awal, terutama membuka akses agar mobilitas dan aktivitas masyarakat bisa segera kembali normal,” ujar Asbudianto.

Ia menjelaskan, salah satu titik terdampak terparah berada di Dusun Sesere, Desa Wani, dengan jumlah warga terdampak lebih dari 100 kartu keluarga. Selain merendam permukiman warga, banjir juga menyebabkan kerusakan pada infrastruktur jalan dan melumpuhkan akses penghubung antar desa.

Menurut Asbudianto, penanganan bencana dilakukan secara terpadu melalui koordinasi lintas sektor. Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah telah berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Donggala, Polres Donggala, TNI, serta unsur terkait lainnya guna memastikan penanganan darurat berjalan efektif dan tepat sasaran.

Sebagai bagian dari langkah tanggap darurat, Pemprov Sulteng juga akan mendirikan posko bencana yang dipusatkan di Desa Wani. Posko tersebut akan difungsikan sebagai pusat koordinasi, pelayanan kesehatan, pendataan korban, serta distribusi bantuan bagi masyarakat terdampak.

Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, Desa Wani tercatat sebagai wilayah dengan tingkat kerusakan paling berat. Sedikitnya empat unit rumah warga dilaporkan hanyut akibat derasnya arus banjir. Selain itu, di Dusun Cisere ditemukan tiga unit sepeda motor yang terseret banjir. Sejumlah titik longsor juga mengakibatkan terganggunya akses jalan dan jaringan infrastruktur dasar, termasuk aliran listrik yang hingga kini belum sepenuhnya pulih.

Terkait akses jalan yang masih terputus, Asbudianto menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah akan melakukan asesmen lanjutan secara menyeluruh. Hasil asesmen tersebut akan menjadi dasar penentuan langkah penanganan selanjutnya agar akses masyarakat dapat kembali berfungsi secara normal.

“Kami akan melakukan asesmen terlebih dahulu terhadap kondisi infrastruktur yang terdampak. Dari hasil tersebut, akan ditentukan langkah lanjutan sesuai arahan Bapak Gubernur, dengan tetap mengutamakan keselamatan masyarakat,” pungkasnya.