Editor ; Moh.Nasir Tula
Palu, beritasulteng.id – Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin, SE., M.A.P, secara simbolis melakukan penanaman bawang merah di lahan pertanian milik petani Petobo, Suwandi, pada Senin (12/01/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Jalan Nambo, Kelurahan Petobo, Kota Palu, tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Palu dalam mendorong pengembangan sektor pertanian hortikultura sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.
Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Imelda menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas terjalinnya komunikasi serta kerja sama yang baik antara Pemerintah Kota Palu dengan Kelompok Tani Mandiri di Kelurahan Petobo. Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan petani lokal menjadi kunci utama dalam meningkatkan produktivitas pertanian.
“Alhamdulillah, ini adalah bentuk komunikasi dan kerja sama yang baik antara Pemerintah Kota Palu dengan kelompok tani yang ada di Petobo. Di wilayah ini terdapat sekitar 20 hektare lahan yang potensial untuk ditanami berbagai komoditas hortikultura, termasuk bawang merah. Pak Suwandi juga turut memberdayakan petani lainnya,” ujar Wakil Wali Kota.
Wakil Wali Kota Imelda berharap pengelolaan lahan pertanian tersebut dapat dilakukan secara optimal dan berkelanjutan, sehingga kebutuhan bawang merah di Kota Palu ke depan dapat dipenuhi dari hasil produksi lokal. Selama ini, kata dia, pasokan bawang merah masih banyak bergantung dari luar daerah.
“Kita harapkan pasokan bawang merah ke depan bisa berasal dari Kota Palu sendiri. Jadi tidak perlu lagi bergantung dari daerah lain. Satu hektare lahan bisa menghasilkan sekitar 10 hingga 15 ton bawang merah. Bisa dibayangkan apabila lima hektare saja ditanami,” jelas Wakil Wali Kota.
Lebih lanjut, Wakil Wali Kota menilai langkah ini sangat strategis, terutama menjelang bulan suci Ramadan hingga Idulfitri, di mana kebutuhan bahan pokok cenderung meningkat dan berpotensi memicu kenaikan harga.
“Apalagi kita akan memasuki bulan puasa hingga lebaran. Dengan produksi lokal yang memadai, harga bawang merah dapat lebih kita kendalikan,” tambahnya.
Selain mendorong peningkatan produksi, Wakil Wali Kota Imelda juga mengajak para petani untuk berpartisipasi dalam Car Free Day (CFD) melalui program Jamila (Belanja Minggu Tekan Inflasi). Program tersebut memberikan ruang bagi petani untuk memasarkan hasil pertanian secara langsung kepada masyarakat.
“Di CFD tersedia kebutuhan pokok seperti cabai dan bawang merah. Program Jamila ini sudah berjalan sekitar dua bulan dan alhamdulillah berjalan dengan baik. Antusiasme masyarakat sangat tinggi karena harga yang ditawarkan berada di bawah harga pasar,” ungkap Wakil Wali Kota.
Kegiatan penanaman bawang merah ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam memperkuat ketahanan pangan daerah, meningkatkan kesejahteraan petani, serta menekan laju inflasi di Kota Palu.
Foto: Imron







