Palu, beritasulteng.id – Penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dan prekursor narkotika merupakan permasalahan serius yang dapat menghancurkan bangsa.
Hal ini disampaikan Gubernur H.Rusdy Mastura dalam sambutan tertulisnya dibacakan Sekda Dra.Novalina,MM saat menghadiri Dialog Nusantara BNN RI bertemakan Semangat Pemuda Bersatu Menuju Indonesia Bersinar, bertempat di Sriti Convention Hall Palu, Rabu (10/5).

Kegiatan tersebut diinisiasi BNN RI dengan menghadirkan pembicara kunci, yakni : Kepala BNN RI Komjen Pol Dr.Petrus R Golose.
Adapun materi yang disampaikan, diantaranya : Tanggapan BNN tentang legalisasi ganja medis, bahaya penyalahgunaan narkotika dan kejahatan lintas negara.
Menurut gubernur, berdasarkan hasil survei penyalahgunaan narkotika yang dilakukan BNN bekerjasama dengan LIPI tahun 2019 lalu, Sulawesi Tengah berada pada peringkat ke-4 prevalensi pemakaian narkotika secara nasional setelah Sumatera Utara, Sumatera Selatan dan DKI Jakarta.
Olehnya upaya meningkatkan antisipasi, adaptasi dan mitigasi terhadap berbagai ancaman kejahatan narkotika, perlu terus dilakukan bukan hanya oleh pemerintah, akan tetapi keterlibatan semua pihak sangat dibutuhkan.

Terkait dengan Program Keluarga Bersinar, yang mana program ini adalah hasil kerjasama antara BNNP Sulawesi Tengah dengan dinas Kependudukan dan Catatan Sipil serta Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tengah, Gubernur H.Rusdy Mastura mengakui telah mengeluarkan surat edaran gubernur kepada para bupati/walikota Se Sulteng agar membantu biaya tes urin bagi calon pengantin yang kurang mampu.
“Semoga kebijakan ini dapat disosialisasikan dengan baik, agar didukung penuh oleh tiap pemerintah kabupaten/kota,”harap Gubernur H.Rusdy Mastura.
lanjut gubernur mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada BNN RI, BNN Provinsi dan BNN kab/kota se Sulawesi Tengah yang telah memprakarsai kegiatan ini, serta kepada semua instansi dan pihak yang turut berkolaborasi dalam mendukungnya, dengan harapan semoga berimplikasi bagi terwujudnya Sulteng Bersinar.
Selanjutnya, Gubernur H.Rusdy Mastura menyerahkan hibah aset berupa tanah ± 3 hekter kepada Kepala BNN RI untuk pembangunan Gedung Kantor BNN Provinsi Sulawesi Tengah.

Terpisah, Ketua TP PKK Provinsi Sulawesi Tengah Dr.Vera Rompas Mastura,S.Sos,M.Si menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran pada acara Dialog Nusantara BNN RI. Sebagaimana Beliau dijadwalkan untuk dikukuhkan sebagai Bunda Anti Narkotika Provinsi Sulawesi Tengah.
“Saya mohon maaf belum sempat menghadiri acara berhubung mendampingi Bapak Gubernur yang sedang menjalani proses penyembuhan di Jakarta,”terangnya.

Beliau berharap BNN dan Pemprov Sulawesi Tengah terus bersinergi memberantas narkotika demi mewujudkan Sulawesi Tengah yang lebih sejahtera dan lebih maju.
Turut hadir Anggota DPRD, Unsur Forkopimda, Akademisi, kepala sekolah, siswa/siswi SMA serta OPD teknis terkait. Adp.Sulteng.







