Editor ; Moh.Nasir Tula
Banggai, beritasulteng.id – Ruas jalan provinsi poros Luwuk–Balantak di wilayah Desa Pondan, Kecamatan Mantoh, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, mengalami kerusakan serius akibat abrasi ombak laut. Sebagian badan jalan dilaporkan longsor dan amblas sehingga mengancam keselamatan pengguna jalan yang melintas di jalur tersebut.
Kerusakan terjadi pada ruas jalan yang berada di kawasan pesisir. Berdasarkan informasi warga, kerusakan diperkirakan membentang sepanjang kurang lebih 600 meter. Pada beberapa titik, sebagian badan jalan telah runtuh ke arah laut sehingga jalur kendaraan semakin menyempit dan berpotensi terputus jika tidak segera ditangani.
Ruas jalan poros Luwuk–Balantak merupakan salah satu jalur transportasi utama di Kabupaten Banggai. Jalan ini menjadi akses penghubung masyarakat dari Kecamatan Mantoh yang terdiri dari sekitar 10 desa serta Kecamatan Balantak Selatan dengan jumlah desa yang relatif sama menuju Kota Luwuk sebagai ibu kota kabupaten.
Warga setempat menyebut kerusakan jalan tersebut telah terjadi hampir satu tahun. Namun hingga saat ini belum terlihat adanya penanganan signifikan terhadap bagian jalan yang terdampak abrasi.
Hermon Sosinggih, salah seorang warga Desa Pondan, mengatakan kondisi jalan semakin mengkhawatirkan setiap kali gelombang besar terjadi.
“Jika ombak besar datang, tanah di bawah badan jalan terus terkikis. Saat ini sebagian badan jalan sudah hilang dan kami khawatir jika dibiarkan jalan ini bisa terputus,” ujarnya.
Menurut warga, jalur tersebut setiap hari digunakan masyarakat untuk berbagai aktivitas, seperti perdagangan, pendidikan, pelayanan kesehatan, serta mobilitas ekonomi lainnya menuju Kota Luwuk.
Menanggapi kondisi tersebut, Forum Independen Peduli Pondan (FIPP) menyatakan keprihatinan atas kerusakan jalan yang terus memburuk. Forum yang merupakan wadah partisipasi masyarakat Desa Pondan itu menilai kerusakan yang terjadi sudah tergolong serius dan membutuhkan penanganan segera dari pemerintah.
Penasihat dan pengurus FIPP, Rudi Sinaba, SH, MH, dan Niksen Irwan Patikei, M.Pd., M.Th., menyampaikan bahwa kerusakan berpotensi semakin meluas karena kawasan tersebut terus diterpa gelombang laut, terutama saat musim gelombang tinggi, ucapnya kepada media ini melalui relesnya, Pada Kamis siang 12/03/2026.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan masyarakat, FIPP telah menyampaikan surat kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk meminta penanganan darurat terhadap kerusakan jalan tersebut.
Masyarakat berharap pemerintah provinsi dapat segera menurunkan tim untuk melakukan peninjauan lapangan serta mengambil langkah penanganan yang diperlukan, termasuk pembangunan pengaman pantai dan perbaikan badan jalan guna mencegah kerusakan yang lebih parah.
Bagi masyarakat di Kecamatan Mantoh dan Balantak Selatan, keberadaan jalan poros Luwuk–Balantak sangat vital dalam menunjang aktivitas sehari-hari. Karena itu warga berharap langkah penanganan dapat segera dilakukan sebelum akses transportasi bagi puluhan desa di wilayah tersebut benar-benar terputus.







