Korlap Aksi Kesal dan Soroti CPM, Tuntutan WPR Dinilai Hanya Diberi Janji Tanpa Realisasi

Editor ; Moh.Nasir Tula

Palu, beritasulteng.id – Kekesalan mendalam ditunjukkan Koordinator Lapangan (Korlap) aksi, Kusnadi Paputungan, saat memimpin aksi damai di depan pintu masuk kantor PT Citra Palu Minerals (CPM), Kamis (4/12/2025). Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes terhadap belum terealisasinya tuntutan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) melalui penciutan lahan tambang di Poboya seluas Dua ratus hektar lebih.

Di hadapan massa aksi, aparat kepolisian Polda Sulawesi Tengah, unsur TNI, serta petugas keamanan perusahaan, Kusnadi menyampaikan kekecewaannya kepada perwakilan manajemen CPM. Ia menilai pihak perusahaan tidak menunjukkan itikad serius dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat penambang lokal, ucapnya kepada media ini, Pada Sabtu malam 06 Desember 2025.

“Kami sudah berulang kali menyampaikan tuntutan secara resmi dan terbuka. Tapi sampai hari ini tidak ada bukti bahwa pihak CPM benar-benar mengajukan surat penciutan lahan ke Kementerian ESDM. Yang kami terima hanya janji-janji kosong,” ujar Kusnadi dengan nada tegas di tengah orasi.

Menurutnya, tuntutan penciutan lahan bertujuan agar sebagian wilayah tambang dapat ditetapkan sebagai WPR sehingga masyarakat penambang lokal memiliki legalitas dan ruang hidup yang jelas. Namun, hingga kini tuntutan tersebut belum juga direalisasikan.

Kusnadi menegaskan bahwa kekecewaan kami dan warga semakin memuncak karena berbagai pernyataan pihak perusahaan dinilai tidak diikuti dengan langkah konkret di tingkat pemerintah pusat.

Ia menyebut, jika CPM sungguh berkomitmen, seharusnya proses administrasi pengajuan ke Kementerian ESDM sudah dilakukan sejak lama, selepas perwakilan dari Tokoh masyarakat Poboya dan Lingkar tambang melakukan pertemuan intensif selama dua hari bersama petinggi CPM dan BRM di Bakri Tower pada bulan Oktober 2025.

“Kalau memang serius berpihak pada rakyat, buktinya bukan sekadar pernyataan, tapi surat pengajuan resmi. Sampai sekarang itu tidak pernah kami lihat,” katanya.

Aksi damai berlangsung dengan pengawalan ketat aparat kepolisian dan TNI. Meski diwarnai orasi keras, kegiatan tetap berlangsung tertib dan kondusif. Massa aksi menyampaikan tuntutannya secara terbuka tanpa tindakan anarkis.

Hingga aksi berakhir, belum ada pernyataan resmi tertulis dari pihak manajemen PT Citra Palu Minerals terkait tudingan tidak adanya pengajuan penciutan lahan ke Kementerian ESDM.

Massa aksi menyatakan akan terus mengawal tuntutan WPR dan membuka peluang aksi lanjutan apabila tidak ada kejelasan dari pihak perusahaan.