Editor ; Moh.Nasir Tula
Palu, beritasulteng.id – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Sulawesi Tengah menyampaikan apresiasi tinggi terhadap keberhasilan Badan Narkotika Nasional (BNN) dan aparat Kepolisian RI yang telah menggagalkan penyelundupan narkoba sekitar dua ton di perairan Laut Karimun, Kepulauan Riau, pada akhir Mei 2025.
Ketua FKUB Sulteng, Prof. Dr. H. Zainal Abidin, M.Ag, menegaskan bahwa keberhasilan ini bukan hanya merupakan kemenangan penegakan hukum, tetapi juga menjadi momentum refleksi bagi seluruh elemen bangsa untuk lebih aktif dalam memerangi bahaya narkoba dari berbagai aspek, termasuk pendekatan keagamaan.
“Narkoba bukan hanya persoalan hukum dan kesehatan, tapi juga merupakan kejahatan kemanusiaan yang bertentangan dengan nilai-nilai agama. Setiap agama mengajarkan untuk menjaga akal, jiwa, dan moral. Maka, narkoba adalah bentuk kezaliman terhadap diri sendiri, keluarga, dan masyarakat,” ujarnya dalam keterangan pers di Palu, Selasa (3/6).
Ia mengajak seluruh pemuka agama di Sulawesi Tengah untuk mengambil peran strategis dalam memberikan edukasi kepada umat mengenai dampak buruk penyalahgunaan narkoba, dengan memanfaatkan mimbar-mimbar keagamaan sebagai sarana dakwah yang mencerdaskan dan menyejukkan.
“Tokoh agama memiliki posisi yang sangat kuat di hati umat. Sudah saatnya kita semua bergerak bersama menyelamatkan generasi muda. Melalui pendekatan spiritual, kita tanamkan kesadaran moral untuk menjauhi narkoba dan membangun ketahanan diri sejak dini,” tambah Prof. Zainal.
FKUB Sulteng juga telah berkontribusi aktif dalam program sosialisasi bahaya narkoba, bekerja sama dengan BNN Provinsi Sulawesi Tengah. Sepanjang tahun 2023, program ini menyasar pelajar di SMA, SMK, dan MAN yang berada di Kota Palu, Kabupaten Donggala, dan Sigi. Selain penyuluhan tentang bahaya narkoba, kegiatan tersebut turut membahas penguatan moderasi beragama dan pentingnya membangun sikap toleransi dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami akan terus mendukung langkah-langkah strategis BNN dan Kepolisian dalam memerangi narkoba. Ini bukan hanya tentang penindakan, tetapi juga soal pencegahan dan penyadaran. Masa depan bangsa sangat bergantung pada keberhasilan kita menjaga generasi muda dari bahaya laten narkoba,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala BNN Provinsi Sulawesi Tengah, melalui siaran pers terpisah, menyambut baik dukungan FKUB. Ia menyatakan bahwa sinergi antar lembaga negara dan tokoh masyarakat sangat dibutuhkan untuk mewujudkan Indonesia yang bebas dari narkoba.







