Editor ; Moh.Nasir Tula
Palu, beritasulteng.id – Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si, bersama Wakil Gubernur dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK, M.Kes, turun langsung mewawancarai peserta dalam rangka uji kompetensi dan evaluasi kinerja Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Senin, 28 April 2025, di salah satu hotel di Kota Palu.
Uji kompetensi ini dipandu oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tengah, Dra. Novalina, MM, yang bertindak selaku Ketua Panitia Seleksi. Ia didampingi para anggota pansel, yaitu Ahmad Husin Tambunan, S.STP, M.Si, Prof. Dr. Djayani Nurdin, SE, M.Si, Prof. Dr. H. Slamet Riadi Cante, M.Si, dan Dr. Surahman, SH, MH.
Dalam sesi wawancara yang akan berlangsung selama beberapa hari ke depan, para pejabat diuji dari berbagai aspek, meliputi kompetensi teknis, integritas, kepemimpinan, inovasi, serta rekam jejak kinerja selama menjabat.
Dalam arahannya, Gubernur Anwar Hafid menekankan pentingnya evaluasi ini sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah untuk menghadirkan tata kelola pemerintahan yang profesional, bersih, dan akuntabel.
“Kita ingin memastikan bahwa setiap pejabat yang memimpin Perangkat Daerah memiliki kompetensi, dedikasi, serta mampu membawa perubahan yang nyata untuk kemajuan Sulawesi Tengah,” tegas Gubernur.
Gubernur juga menyampaikan bahwa hasil dari proses ini akan menjadi dasar penting dalam penempatan pejabat pada posisi yang strategis, sesuai dengan kemampuan dan rekam jejak masing-masing.
Senada, Wakil Gubernur dr. Reny A. Lamadjido menambahkan bahwa evaluasi ini bertujuan untuk memperkuat kinerja birokrasi daerah. Ia berharap seluruh pejabat dapat menunjukkan kapasitas terbaiknya demi mendukung pencapaian visi “Sulteng Nambaso” — Sulawesi Tengah yang lebih maju, sejahtera, dan berdaya saing.
“Proses ini juga menjadi momentum untuk introspeksi diri, memperbaiki kekurangan, dan meningkatkan inovasi dalam pelayanan publik,” ujar Wakil Gubernur.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Dra. Novalina, MM, mengungkapkan bahwa uji kompetensi ini dilaksanakan secara objektif dan transparan, mengedepankan prinsip meritokrasi dalam pembinaan karier Aparatur Sipil Negara (ASN).
Proses ini mendapat respons positif dari para peserta. Mereka menilai uji kompetensi ini sebagai kesempatan untuk mengukur kemampuan diri, meningkatkan profesionalisme, serta memperkuat komitmen pelayanan kepada masyarakat.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah berharap, melalui tahapan ini, akan lahir pemimpin-pemimpin birokrasi yang siap membawa inovasi serta mampu menjawab tantangan pembangunan daerah ke depan.







