Editor : Moh.Nasir Tula
Palu, beritasulteng.id – Calon Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) nomor urut 1, Ahmad HM Ali, menggelar kampanye tatap muka bersama warga dan tetangganya di sekitar Jalan Maleo, Kota Palu, pada Selasa malam, 19 November 2024. Meski diguyur hujan, kegiatan ini tetap diikuti dengan antusias oleh masyarakat.
Muslimin, salah satu tokoh masyarakat, mengungkapkan apresiasinya terhadap kehadiran warga yang tetap bersemangat meski acara disiapkan secara mendadak. “Persiapannya hanya sekitar empat jam sebelum kegiatan dimulai. Meski hujan, masyarakat tetap sangat antusias,” ujarnya.
Ahmad Ali, yang dikenal dengan tagline BERAMAL (Bersama Ahmad Ali dan Abdul Karim Al Jufri), hadir bersama istri, Nilam Sari Lawira, dan putra sulungnya. Dalam kesempatan tersebut, Nilam, yang juga Anggota DPR RI, berpesan agar suaminya dapat menjadi pemimpin yang amanah jika terpilih sebagai gubernur.
“Pemimpin yang dicintai masyarakat harus amanah. Kalau bapak Ahmad Ali tidak menepati janjinya, itu artinya dia tidak mencintai saya, istrinya, karena dia mempermalukan saya sebagai wakil rakyat yang dipilih oleh masyarakat Sulawesi Tengah,” ucap Nilam, yang disambut tawa warga.
Nilam juga mengingatkan masyarakat untuk memilih pemimpin yang konsisten memenuhi janji-janji politiknya. “Jangan pilih pemimpin yang cuma datang membuat janji, lalu lupa setelah terpilih,” tegasnya.
Ahmad Ali, dalam sambutannya, mengucapkan terima kasih kepada warga yang telah hadir. Ia menyatakan bahwa kampanye di sekitar kediamannya dilakukan sebagai bentuk penghormatan kepada para tetangga.
“Kalau tetangga tidak dikunjungi, nanti marah. Tetangga itu jauh di mata, tetapi dekat di hati,” katanya diselingi canda.
Dalam kampanye tersebut, Ahmad Ali menyampaikan visi, misi, dan program-program andalannya, termasuk di bidang pendidikan. Ia menjanjikan penyediaan perlengkapan sekolah gratis untuk membantu meringankan beban masyarakat.
Ahmad Ali juga mengajak warga untuk berpartisipasi dalam pemilihan gubernur pada 27 November mendatang. “Kesejahteraan harus diperjuangkan. Jika pemerintah saat ini belum baik, maka kita harus mengubahnya demi masa depan yang lebih sejahtera,” pungkasnya. ***







