
Palu, beritasulteng.id – Pelaksanaan rapat antara anggota DPRD Kota Palu dan para perwakilan pedagang kelurahan Boyaoge pada hari Kamis 03/02/2022 terkait desakan para pedagang di jalan Cempedak, untuk bisa kembali jualan di lokasi tersebut tidak dihadiri para unsur pimpinan DPRD Kota Palu.
Berdasarkan pantauan media ini, ketiga unsur pimpinan baik itu Ketua DPRD dan dua wakil Ketua DPRD Kota Palu, nampak tidak terlihat diruang sidang utama DPRD Kota Palu.
Menurut informasi dari anggota dewan yang sempat hadir dalam RDP dan staf DPRD Kota Palu, ketua DPRD ada ke Makasar begitu pula Wakil ketua dewan sedang berada di luar kota.

Sangat disayangkan ketiga unsur pimpinan tidak ada yang hadir, pada hal surat permohonan dari para pedagang jalan Cempedak untuk meminta para anggota legislatif menggelar RDP sudah masuk di Sekretariat kantor DPRD Kota Palu pada tanggal 17 Januari 2022.
Dalam sidang yang di pimpin Ketua Komisi C H.Anwar Lanasi dan dihadiri para Ketua dan Sekretaris Komisi A dan B, berlangsung alot dan terjadi beberapa kalau instruksi dari masing – masing anggota DPRD Kota Palu yang sempat menghadiri Rapat Dengar Pendapat ( RDP ) dengan perwakilan pedagang jalan Cempedak.
H.Anwar Lanasi yang di daulat memimpin rapat RDP mengatakan anggota legislatif yang hadir hanya sebatas mendengar dan menampung aspirasi para pedagang yang dimana Ketua RW dan RT di kelurahan Boyaoge Kecamatan Tatanga, didaulat sebagai pembicara oleh perwakilan pedagang.
Intinya kami tidak bisa mengambil keputusan dan kami hanya merekomendasikan ke dinas baik itu dinas Koperasi dan UMKM, Satpol PP Kota Palu dan dinas Tata ruang Kota Palu, dan lebih utamanya Walikota Palu, dalam mengambil keputusan, itu ranah mereka, paparnya.
Karena Ketua dan wakil ketua DPRD tidak ada di tempat begitu pula dinas terkait hanya di wakili, sehingga kami berkesimpulan untuk menutup rapat ini dan dilanjutkan pada Kamis 09/02/2022, yang nantinya bakal dihadiri unsur pimpinan, jelasnya.







