Tim Pencari Fakta Dugaan Kriminalisasi Hukum, saat di RM.Radja Kuring, Pada Rabu (03/11/2021).foto.Nasir

Pasca Terbentuk, TPF Dugaan Kriminalisasi Umum Sulteng Siap Eksen Untuk Keadilan

Tim Pencari Fakta Dugaan Kriminalisasi Hukum, saat di RM.Radja Kuring, Pada Rabu (03/11/2021).foto.Nasir

Palu, beritasulteng.id – Sehari setelah di bentuk Pada Rabu ( 03/11/2021 )Tim Pencari Fakta Dugaan Kriminalisasi Umum ( Sulteng ) akan eksen dalam menyikapi berbagai persoalan hukum yang sampai saat ini masih, menimpa masyarakat Sulawesi Tengah terkait proses mendapatkan keadilan yang benar – benar sangat di harapkan, apabila terganjal persoalan hukum di depan pihak aparat Kepolisian, Jaksa sampai di meja Hijau ( Pengadilan ).

Menurut Sekretaris Tim Pencari Fakta Dugaan Kriminalisasi Umum Sulawesi Tengaha Mahfud Masuara memaparkan ada beberapa aktivis HAM, aktivis jurnalis dan aktivis 98 serta para tokoh aktivis nasional yang turut bergabung, Tim ini terbentuk secara pribadi, personal dan tidak terkait masalah jabatan apa pun, apa lagi di tim TPF ada sosok H.Rusdi Mastura pengarah walaupun beliau merupakan Gubernur Sulawesi Tengah, akan tetapi beliau merupakan sosok di Sulawesi Tengah.

Sehari sebelum tepatnya Selasa (02/11/2021) kami menghadap Pak H.Rusdi Mastura membicarakan bagaiman kedepanya Tim ini setelah di bentuk mampu bekerja secara independen dan lebih fokus mengurus apa yang menjadi hak – hak warga sipil dalam mendapatkan keadilan, di saat terbentur kasus hukum, apa lagi itu menyangkut perampasan tanah dari perusahaan dan warga penyintas, akunya.

Tim TPF bekerja non pemerintah, mandiri dan independen, dengan struktur Tim yang sederhana yakni Divisi kampanye, devisi investigasi dan data, serta devisi advokasi, di mana saudara Dedi Askari menjabat sebagai Ketua TPF sekaligus juga beliau Ketua Komda HAM, tuturnya, saat konferensi Pers Pada Rabu 03/11/2021, di RM.Radja Kuring.

Berdasarkan hasil kesepakatan dengan Tim dan ketua, sekarang ini ada kasus yang sangat menyita perhatian publik perlu penanganan serius dan harus di kawal sampai proses putusan, diantaranya Kasus Pengusaha Rony Tanusaputra, Sengketa lahan tanah di Kabupaten Morowali Utara oleh PT.ANA dan warga penyintas Petobo yang sekarang sedang di dalam tahanan oleh pihak aparat kepolisian, jelasnya.

Sementara itu salah satu Aktivis 98 Yusuf Lakaseng, mengatakan dalam menyikapi kasus yang sedang menimpa pengusaha Rony Tanusaputra terkait pembangunan gedung kantor DPRD Morowali Utara yang sudah masuk sampai ke jenjang Pra Peradilan, nantinya Tim TPF akan secepat mungkin turun mencari fakta dari kebenaran kasus ini, apa lagi kalaw selama ini kami pantau banyak kejanggalan dan dugaan ada sosok orang kuat di balik kasus yang menimpa Rony Tanusaputra.

Yang anehnya kalaw di kaji dari segi sisi hukum, yang bersangkutan hanyalah pemberi modal  yang di mana pihak kontraktor meminjam sejumlah uang untuk di pakai modal awal dalam melaksanakan pekerjaan, namun setelah di kasus ini masuk sampai ke rana hukum oleh pihak Diskrimasus Polda Sulteng, malah pemberi pinjaman pun terseret ke ranah kasus tersebut.

Pada hal itu dalam bentuk ( Pinjaman ) dari Rony Tanusaputra, justru dengan berbagai elibi dari pihak penyidik  bahwa yang bersangkutan pun, menerima dana aliran dari pembangunan gedung DPRD Morut, yang di mana sejauh ini sudah ada lima tersangkanya.

Tentunya dengan adanya Tim TPF besar harapan beberapa persoalan hukum di wialayah propinsi Sulawesi Tengah, bisa dengan mudah membantu masyarakat dalam mencari keadilan, sekaligus kedepn tidak ad lagi kasus yang seperti menimpa Rony Tanusaputra. ( Nasir Tula).

 

 

About beritasulteng

Check Also

SK Pengurus Dewan Pimpinan Partai Perkasa di Sulteng Resmi Disahkan

Palu, beritasulteng.id – Dalam memenuhi persyaratan sebagai salah satu partai peserta Pemilu 2024, Ketua dan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *