Kapolres Banggai AKBP Satria Adi Vibrianto, SIK, MH, saat menggelar konferensi pers terkait kasus ujaraan kebenciaa atas meninggalnya Habib Sayyid Seggaf, ( Tersangka rompi orange ), Pada 4 Agustus 2021.

Ujaran Kebencian Wafatnya Habib Sayyid Saggaf, Polres Banggai Langsung Cepat Bertindak

Kapolres Banggai AKBP Satria Adi Vibrianto, SIK, MH, saat menggelar konferensi pers terkait kasus ujaraan kebenciaa atas meninggalnya Habib Sayyid Saggaf, ( Tersangka rompi orange ), Pada 4 Agustus 2021.

Banggai, beritasulteng.id  – Kapolres Banggai AKBP Satria Adrie Vibrianto SIK, MH, memastikan akan menangani dengan serius kasus dugaan tindak pidana dengan tersangka seorang pria berinisial WL alias W (27) warga Kecamatan Nuhon, Kabupaten Banggai.

“Untuk kasus ini tentunya menjadi atensi dan akan ditangani dengan serius sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku,” terang AKBP Satria saat konferensi pers kepada awak media di Mapolres Banggai, Rabu (4/8/2021).

Untuk itu, AKBP Satria menyampaikan agar mempercayakan proses penegakkan hukum kasus tersebut kepada Polri secara professional dan transparan.

“Kami mohon dukungan dan doa restu untuk sama-sama menjaga kondusifitas dan mengimbau masyarakat tetap disiplin protokol kesehatan pencegahan Covid-19,” sebut AKBP Satria.

Tersangka WL alias W (27) diamankan aparat Polres Banggai pada Rabu (4/8/2021) di Kecamatan Nuhon atas kasus dugaan tindak pidana dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan SARA melalui media sosial Facebook.

Saat itu tersangka berkomentar pada postingan salah seorang yang melakukan live streaming di media sosial facebook tentang wafatnya almarhum Habib Sayyid Saggaf Bin Muhammad Aljufri pada Selasa (3/8/2021) sekitar pukul 16.30 Wita.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal 45 ayat 2 jo pasal 28 ayat 2 undang–undang nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas undang–undang nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik (ITE) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 tahun dan atau denda paling banyak 1 miliar rupiah. ( Reles Polres Banggai )

About beritasulteng

Check Also

Wagub Sulteng, Banggai Kepulauan Memiliki Potensi Besar Di Hasil Perikanan

Banggai, beritasulteng.id – Demi mempercepat Visi dan Misi terkait Potensi Sulawesi Tengah di Sektor Perikanan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *