Editor : Moh.Nasir Tula
Donggala, beritasulteng.id – Rahmad Arsyad menyatakan kemiskinan di Donggala disebabkan kurangnya perhatian terhadap petani dan nelayan, kelompok profesi yang dinilainya digeluti mayoritas penduduk Donggala.
Calon Bupati Donggala nomor urut satu itu menegaskan, alasan dirinya maju sebagai Bupati di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Donggala tahun 2024 ini, adalah kegelisahannya melihat kondisi para petani dan nelayan di Donggala yang masih belum sejahtera, dan menyatakan akan menjadi Bupatinya para petani dan nelayan.
“Saya akan jadi bupatinya petani, bupatinya nelayan, karena itu niat utama saya”, kata Rahmad dalam sesi dialognya bersama warga Desa Malonas, Sabtu (12/10/2024).
Rahmad menyatakan, memahami betul kesulitan yang di alami para petani. Ia menjelaskan, bagaimana kiprah dirinya selama menjadi Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Donggala, merasa bahwa niatnya menghadirkan kesejahteraan lewat peningkatan sektor pertanian-perkebunan masih terhalang banyak kebijakan.
Dirinya juga memberikan komitmen, jika nantinya mendapat mandat sebagai bupati akan memprioritaskan anggaran pemerintah untuk kesejahteraan petani dan nelayan.
“Selama petani dan nelayan di Donggala belum sejahtera, selama itu juga Donggala menjadi daerah miskin dan tertinggal. Saya tidak takut, anggaran pemerintah nanti akan saya prioritaskan untuk mereka, saya akan jadi bupati mereka, bupati petani, kantor saya di kebun, di sawah, kita harus kerja ekstra untuk hadirkan perubahan di Donggala”, kata Rahmad Arsyad.***







