Kepala SKIPM Palu ; Sumber Perikanan Memiliki Potensi Besar Buat Pemasukan Daerah

Palu, beritasulteng.id – Kekayaan alam di sektor kelautan yang dimiliki Sulawesi Tengah, banyak memberikan dampak positif bagi pendapatan asli daerah, apa bila kalaw di kelola secara baik dengan cara profesional, hal ini dikatakan Kepala Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu Dan Keamanan Hasil Perikanan Palu Hamzah, S.Pi, M.Si.

Kita tidak bisa meragukan lagi bagi mana sektor perikanan di Sulawesi Tengah, terdapat berbagai macam jenis ikan yang berkualitas dari daerah lain, apalagi Sulawesi Tengah merupakan satu – satunya di Indonesia yang memeiliki empat wilayah perikanan, ucapnya di hadapan awak media, di Cafe Tanaris, Pada Rabu 02/11/2022.

Untuk mempertahankan setiap kwalitas mutu ikan yang di konsumsi oleh masyarakat pihaknya tetap terus melakukan pemantauan dan pengawasan baik itu di pasaran maupun di tempat – tempat pelelangan ikan ( Pelabuhan ), SKIPM Palu pun menghimbau kepada para Steckholder  untuk sama – sama terus membangun hubungan komunikasi yang baik memberikan pelayanan kepada masyarakat sesuai tugas dan fungsinya masing – masing, tuturnya.

Tentunya dengan kehadiran teman – teman media di acara media Gathering, bisa menjadi corong informasi kepada masyarakat terkait tugas dan fungsi SKIPM Palu, kami bukan hanya sebagai tempat karantina ikan sajah, akan tetapi kami pun bisa menjadi corong terdepan dalam mengantisipasi adanya pengiriman – pengiriman ikan yang tidak sesuai dengan SOP apalagi tidak memiliki dokumen – dokumen resmi, ungkap Hamzah.

” Kami berharap kedepan sektor perikanan di Sulawesi Tengah bisa terus mengalami perkembangan secara signifikan, sekaligus memberikan pendapatan devisa yang besar buat daerah kita ini “.

Pihaknya selama ini telah melakukan kerja sama dengan Bea Cukai dan Dinas Kelautan Dan Perikanan Provinsi Sulawesi Tengah, untuk membek aup sistim pengiriman ikan, kepiting, udang, di setiap bandara karena itu merupakan salah satu kewenangan kami, akan tetapi kalau sudah di luar bandara kami tidak punya hak lagi unutk itu, Jelasnya. ( Nasir Tula )