HMI MPO Cabang Palu Gelar Konferensi ke-48, Regenerasi Kepemimpinan Jadi Fokus

Editor ; Moh.Nasir Tula

Palu, beritasulteng.id – Konferensi ke-48 Himpunan Mahasiswa Islam Majelis Penyelamat Organisasi (HMI MPO) Cabang Palu resmi dibuka dengan dihadiri Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid. Kegiatan ini menjadi momentum evaluasi organisasi sekaligus regenerasi kepemimpinan di lingkungan HMI MPO Cabang Palu.

Ketua Umum HMI MPO Cabang Palu, Ahmad Rahim, menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Sulawesi Tengah atas kehadirannya dalam pembukaan konferensi tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bapak Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si., yang di tengah kesibukan dan padatnya agenda beliau masih menyempatkan waktu untuk hadir bersama kami dalam pembukaan Konferensi HMI MPO Cabang Palu ke-48,” ujar Ahmad Rahim.

Menurut Ahmad, konferensi tersebut tidak hanya menjadi agenda rutin organisasi, tetapi juga ruang untuk mengevaluasi perjalanan kepengurusan, melanjutkan regenerasi kepemimpinan, dan memperkuat komitmen kader dalam menghadapi tantangan organisasi.

Ia menilai HMI MPO Cabang Palu menghadapi sejumlah tantangan, termasuk persoalan internal dan dinamika kehidupan organisasi. Karena itu, diperlukan upaya pembenahan dan kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar perjuangan HMI.

Ahmad berharap konferensi tersebut dapat memperkuat solidaritas antarkader, menjaga keberlangsungan organisasi, serta menghasilkan kepemimpinan yang mampu menjawab kebutuhan zaman.

Dalam kesempatan itu, Ahmad juga menyampaikan permohonan maaf kepada para senior HMI, yang akrab disapa kanda dan yunda, apabila selama menjalankan amanah kepengurusan terdapat kesalahan, baik yang disengaja maupun tidak disengaja.

Permohonan maaf tersebut turut ditujukan kepada lembaga-lembaga yang tergabung dalam kelompok Cipayung serta organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan (OKP) yang selama ini berkolaborasi dengan HMI MPO Cabang Palu dalam berbagai kegiatan sosial.

Ia menilai hubungan baik, persaudaraan, dan kolaborasi antarlembaga perlu terus dijaga sebagai bagian dari upaya memperkuat gerakan mahasiswa dan kepemudaan.

Dalam pesannya kepada kader, Ahmad mengingatkan bahwa setiap anggota HMI dapat menempuh jalan pengabdian dan meraih pencapaian yang berbeda setelah menyelesaikan proses kaderisasi. Namun, perbedaan tersebut tidak seharusnya memutus ikatan persaudaraan yang telah terbangun selama berproses di organisasi.

“Suatu saat nanti, mungkin di antara kita akan ada yang menjadi seperti hiu yang berenang menguasai lautan. Mungkin ada yang menjadi seperti singa, sang raja hutan. Dan mungkin ada pula yang menjadi seperti burung yang terbang bebas di angkasa. Namun, ada satu hal yang tidak boleh kita lupakan, bahwa kita pernah berada di tempat yang sama, berproses dan ditempa dalam satu wadah perjuangan, yaitu Himpunan Mahasiswa Islam,” ungkapnya.

Ahmad menegaskan, siapa pun yang terpilih sebagai pemimpin berikutnya harus menjaga keberlangsungan organisasi, terutama dalam pelaksanaan perkaderan.

Menurut dia, persoalan internal maupun tantangan eksternal tidak boleh menjadi alasan untuk menghentikan proses pembinaan kader yang menjadi bagian penting dari keberlanjutan HMI.

“Siapa pun yang akan menjadi penyambung tongkat estafet kepemimpinan, apa pun persoalan yang dihadapi dan bagaimana pun dinamika yang terjadi, perkaderan harus tetap berjalan. Sebab, jantung HMI ada pada perkaderan,” tegas Ahmad.

Melalui konferensi ke-48 ini, HMI MPO Cabang Palu diharapkan dapat menghasilkan kepemimpinan baru yang mampu melanjutkan agenda organisasi, meningkatkan kualitas kader, serta memperkuat kontribusi dalam kehidupan keumatan dan kebangsaan.