Editor ; Moh.Nasir Tula
Palu, beritasulteng.id – Wali Kota Hadianto Rasyid meresmikan pemanfaatan Jembatan Palu IV dan Elevated Road Palu pada Jumat (13/2/2026) sekitar pukul 09.00 Wita. Peresmian berlangsung di kawasan jembatan yang menjadi salah satu simbol pemulihan infrastruktur di Palu.
Prosesi peresmian ditandai dengan pengguntingan pita oleh Wali Kota bersama Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Reny A. Lamadjido, serta sejumlah pemangku kepentingan.
Peresmian dua infrastruktur strategis tersebut dinilai sebagai langkah penting dalam percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana 2018, sekaligus memperkuat konektivitas antarwilayah di Kota Palu.
Kegiatan itu turut dihadiri Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Sulawesi Tengah, perwakilan Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah, serta perwakilan Japan International Cooperation Agency, selain unsur pemerintah dan pemangku kepentingan terkait lainnya.
Pembangunan kembali Jembatan Palu IV merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memulihkan infrastruktur vital di kawasan terdampak bencana. Selain mendukung mobilitas masyarakat, proyek ini juga dirancang untuk meningkatkan mitigasi bencana dan memperkuat ketahanan wilayah terhadap potensi risiko di masa mendatang.
Dalam sambutannya, Wali Kota Hadianto menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat beserta seluruh pihak yang telah mendukung proses pembangunan.
“Keberhasilan pembangunan ini merupakan hasil kerja sama berbagai pihak. Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan dan kontribusi yang diberikan sehingga proyek ini dapat terselesaikan dengan baik,” ujar Hadianto.
Ia menegaskan, keberadaan Jembatan Palu IV memiliki peran strategis dalam mendukung kelancaran arus transportasi dan aktivitas ekonomi masyarakat. Jembatan tersebut diharapkan mampu mengurangi kepadatan lalu lintas sekaligus mempercepat akses transportasi dari kawasan barat menuju timur kota maupun sebaliknya.
Wali Kota juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat infrastruktur tersebut sebagai aset pembangunan daerah. Dengan kembali difungsikannya akses transportasi itu, pemerintah berharap mobilitas masyarakat meningkat, mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, serta memperkuat sistem infrastruktur yang tangguh, modern, dan berkelanjutan.
Rilis: Imron







