Editor ; Moh.Nasir Tula
Palu, beritasulteng.id – Pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Jabal Nur bersama warga Perumahan Citra Pesona Indah (CPI) 1 Talise Valangguni, Kecamatan Mantikulore, menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW pada Ahad malam (7/9/2025) di halaman Masjid Jabal Nur.
Acara yang berlangsung meriah ini dihadiri ratusan jemaah, tokoh masyarakat, serta sejumlah pejabat. Tampak hadir Wakil Ketua MPR RI, Abcandra Muhammad Akbar Supratman, Wali Kota Palu yang diwakili Plt. Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Palu, Rahmat Mustafa, Ketua RW 4 dan RW 5, Ketua DKM Jabal Nur Abd Sahid Cadde, serta tokoh-tokoh masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Rahmat Mustafa menyampaikan permohonan maaf dari Wali Kota Palu, H. Hadianto Rasyid, SE, yang tidak bisa hadir karena ada agenda lain yang tidak dapat diwakilkan. Ia menegaskan, peringatan Maulid Nabi bukan sekadar mengenang kelahiran Rasulullah SAW, tetapi juga menjadi momentum untuk meneladani akhlak beliau dalam kehidupan sehari-hari.
“Pemerintah Kota Palu berkomitmen membangun masyarakat yang religius, harmonis, dan sejahtera. Namun hal ini tidak dapat diwujudkan sendiri, melainkan membutuhkan partisipasi seluruh elemen masyarakat, termasuk jamaah Masjid Jabal Nur,” ujar Rahmat.
Ia juga menyampaikan pesan khusus dari Wali Kota agar masyarakat Palu terus menjaga kondusivitas daerah. “Alhamdulillah, Palu tetap aman dan tenteram. Kondisi ini berkat dukungan masyarakat, sehingga tidak terjadi hal-hal yang dikhawatirkan seperti di daerah lain,” tambahnya.
Ketua DKM Jabal Nur, Abd Sahid Cadde, mengapresiasi kehadiran para tokoh, khususnya Wakil Ketua MPR RI yang memberikan semangat tersendiri bagi warga dalam menyemarakkan peringatan Maulid Nabi.
Acara semakin semarak dengan hadirnya Guru Besar UIN Datokarama Palu, Prof. Dr. KH. Zaenal Abidin, M.Ag, yang membawakan hikmah Maulid Nabi. Dalam ceramahnya, ia menekankan pentingnya menghargai perbedaan pendapat sebagai bagian dari ukhuwah Islamiyah.
“Al-Qur’an dan hadis Nabi bisa ditafsirkan dalam berbagai perspektif. Apalagi kata-kata manusia, tentu lebih banyak lagi perbedaan pendapatnya. Spirit ukhuwah harus diwujudkan dengan menghargai perbedaan itu,” ungkapnya.
Tema peringatan, “Membangkitkan Spirit Ukhuwah Islamiyah di Tengah-tengah Umat Demi Mewujudkan Tatanan Masyarakat yang Memiliki Ketahanan Sosial yang Kuat”, dinilai relevan dengan kondisi saat ini, sekaligus menjadi pengingat pentingnya persatuan umat dalam menjaga ketahanan sosial.







