Palu, beritasulteng.id – Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si, secara resmi mengukuhkan pengurus Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Sulawesi Tengah periode 2025–2030 yang diketuai oleh Ir. Sry Nirwanti Bahasoan.
Pengukuhan tersebut berlangsung di Aula Sinergitas BPSDM Provinsi Sulawesi Tengah dan dihadiri oleh para bupati/wali kota se-Sulawesi Tengah serta pimpinan perangkat daerah lingkup provinsi.
Prosesi pengukuhan dilakukan berdasarkan Surat Keputusan Dewan Kerajinan Nasional Nomor 17.02/Dekran/SK/III/2025. Dalam kesempatan itu, Ketua Dekranasda Provinsi juga mengukuhkan ketua Dekranasda kabupaten dan kota se-Sulawesi Tengah.
Dalam sambutannya, Gubernur Anwar Hafid menyatakan bahwa Dekranasda memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya di sektor ekonomi kreatif dan pemberdayaan UMKM.
“Dekranasda merupakan bagian dari sistem pendukung pemerintah daerah. Organisasi ini dapat menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan melalui penguatan industri kerajinan dan pelestarian budaya lokal,” ujarnya.
Lebih lanjut, Gubernur menjelaskan tiga fokus utama pemerintah daerah, yaitu menjamin akses pendidikan, layanan kesehatan, dan peningkatan pendapatan masyarakat.
Di bidang pendidikan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) telah meluncurkan program Berani Cerdas serta beasiswa pendidikan yang hingga kini telah menjaring lebih dari 80 ribu pendaftar.
Untuk layanan kesehatan, Pemprov menjalankan program Berani Sehat bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Dalam tiga bulan terakhir, lebih dari 20 ribu warga yang sebelumnya belum terdaftar telah memperoleh layanan kesehatan.
Terkait peningkatan pendapatan masyarakat, Gubernur menekankan pentingnya pembinaan sektor UMKM dan industri kerajinan lokal. Ia mengungkapkan bahwa potensi produk kerajinan di Sulawesi Tengah sangat besar, namun belum dimanfaatkan secara optimal, termasuk dalam penyediaan souvenir khas daerah.
Sebagai langkah strategis, Pemprov berencana membangun Mall Dekranasda sebagai pusat promosi dan etalase produk kerajinan unggulan Sulawesi Tengah.
Gubernur juga menekankan pentingnya inovasi dalam pengembangan batik khas Sulawesi Tengah yang bernuansa modern dan menarik bagi generasi muda.
Sementara itu, Ketua Dekranasda Provinsi, Ir. Sry Nirwanti Bahasoan, menyampaikan komitmennya untuk menjadikan Dekranasda sebagai ujung tombak pengembangan UMKM daerah. Ia mengajak seluruh jajaran pengurus di tingkat provinsi dan kabupaten/kota untuk aktif melakukan pendampingan dan pelatihan kapasitas usaha.
“Tujuan utama kami adalah meningkatkan kualitas produk UMKM agar dapat memenuhi standar pasar dan bersaing secara lebih luas,” tegasnya.







