Peringatan Hari Lahir Pancasila: Pemerintah Kota Palu Tegaskan Komitmen terhadap Nilai Kebangsaan

Editor ; Moh.Nasir Tula

Palu, beritasulteng.id – Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin, SE, M.A.P., memimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila 2025 yang berlangsung di halaman Kantor Wali Kota Palu.

Upacara digelar secara khidmat dan diikuti oleh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Palu, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota membacakan sambutan tertulis dari Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia. Sambutan itu menekankan bahwa Hari Lahir Pancasila merupakan momen penting untuk memperteguh komitmen seluruh elemen bangsa terhadap nilai-nilai luhur Pancasila sebagai dasar negara dan panduan kehidupan berbangsa.

“Pancasila bukan sekadar dokumen historis atau teks normatif dalam pembukaan UUD 1945, melainkan jiwa bangsa, pedoman hidup bersama, dan bintang penuntun dalam mewujudkan cita-cita Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur,” ujar Wakil Wali Kota saat membacakan sambutan.

Dalam suasana peringatan ini, masyarakat diingatkan bahwa Pancasila adalah fondasi utama dalam merawat keberagaman dan persatuan lebih dari 270 juta penduduk Indonesia yang memiliki latar belakang berbeda.

Sambutan tersebut juga menggarisbawahi pentingnya merespons tantangan ideologis di era globalisasi dan digitalisasi. Salah satu strategi utama yang diusung pemerintah adalah melalui program Asta Cita, yakni delapan agenda prioritas menuju Indonesia Emas 2045. Salah satu pilar utamanya adalah penguatan ideologi Pancasila, demokrasi, dan hak asasi manusia.

Revitalisasi nilai-nilai Pancasila diharapkan menyentuh berbagai sektor strategis seperti pendidikan, birokrasi, ekonomi, dan ruang digital:

Pendidikan: Penanaman nilai-nilai Pancasila sejak usia dini.

Birokrasi: Pelayanan publik yang adil, transparan, dan berintegritas.

Ekonomi: Pembangunan berbasis keadilan sosial dan pemberdayaan UMKM.

Digital: Budaya etis, toleran, dan bertanggung jawab di ruang digital.

“Pancasila harus menjadi panduan dalam bermedia sosial dan berinteraksi digital. Kita perlu melawan hoaks, ujaran kebencian, dan provokasi dengan literasi digital dan semangat gotong-royong,” ajak Imelda.

Dalam penutup sambutan, disampaikan bahwa BPIP terus menggagas program strategis guna mengarus utamakan Pancasila di seluruh lapisan masyarakat. Namun, keberhasilan program tersebut sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat secara luas.

“Mari jadikan Hari Lahir Pancasila sebagai momentum untuk memperkuat komitmen terhadap nilai-nilai kebangsaan. Kita ingin Indonesia tumbuh bukan hanya dalam teknologi, tetapi juga secara moral—negara yang sejahtera, adil, dan dihormati dunia karena keluhuran budinya,” tutup Wakil Wali Kota.