Editor ; Moh.Nasir Tula
Palu, beritasulteng.id – Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulawesi Tengah, Dr. Bambang Hariyanto, secara resmi membuka dan melepas peserta Adhyaksa Off-road Jelajah Lembah Palu 2025 di halaman Kantor Kejati Sulawesi Tengah. Kegiatan ini merupakan ajang petualangan otomotif yang memadukan tantangan fisik dengan keindahan alam khas Kota Palu.
Sebanyak 218 peserta dari berbagai daerah di Indonesia ambil bagian dalam kegiatan ini. Mereka akan menempuh lintasan menantang yang melintasi wilayah Tatanga, Palu Barat, dan Ulujadi, dengan titik kemping pertama di Bukit Salena. Lokasi tersebut dikenal menyuguhkan pemandangan tiga dimensi Kota Palu dari ketinggian.
Dalam sambutannya, Kajati Sulteng menyampaikan bahwa Adhyaksa Off-road 2025 tidak sekadar menjadi ajang uji nyali di jalur ekstrem, tetapi juga sarat dengan nilai kebersamaan, sinergi antar lembaga, serta kepedulian sosial dan lingkungan. Ia menekankan pentingnya keselamatan peserta, menjunjung sportivitas, dan mengikuti arahan panitia secara disiplin.
Tak hanya itu, kegiatan ini juga memuat program sosial seperti Adhyaksa Berbagi yang menyasar warga sekitar serta aksi penanaman pohon sebagai bentuk kontribusi terhadap pelestarian lingkungan. Menurut Kajati, rangkaian kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari dukungan Kejaksaan Tinggi Sulteng terhadap pemulihan sektor pariwisata daerah pascabencana.
Menariknya, usai memberikan sambutan, Kajati Sulteng turut serta dalam ekspedisi dengan mengendarai kendaraan hardtop merah kesayangannya. Aksi ini mendapat perhatian khusus karena menunjukkan keterlibatan langsung pimpinan institusi dalam menyatu dengan masyarakat dan menjelajahi alam secara langsung.
Agenda off-road akan berlanjut pada Sabtu, 3 Mei 2025. Para peserta dijadwalkan memulai perjalanan dari Bukit Salena pukul 07.30 WITA menuju kawasan Mantikulore dan Palu Utara. Ekspedisi akan berakhir di area kemping Taipa, lokasi yang dikenal akan keindahan pantai dan perbukitannya.
Kegiatan Adhyaksa Off-road Jelajah Lembah Palu 2025 diharapkan mampu menjadi simbol kolaborasi antara institusi pemerintah, komunitas otomotif, serta masyarakat, sekaligus mengangkat potensi pariwisata alam Sulawesi Tengah di mata nasional.

