Tolitoli, beritasulteng.id – Terkait adanya polemik tambang tembaga di Desa Oyom Kecamatan Lampasio Kabupaten Tolitoli yang melibatkan Koperasi Mitra Pasongoan dan PT. Sulteng Mineral Sejahtera ( SMS ), dimana hampir dua pekan ini jadi trending topik pemberitaan menarik di media cetak dan Online.
Hasil penelusuran investigasi langsung wartawan media ini di desa Oyom, Pada Rabu 14 / 12 / 2022, Dengan mendatangi kediaman Sekretaris Koperasi Mitra Pasongoan Kamal Pasha dan turut dihadiri langsung oleh Ketua Koperasi Mitra Pasongoan Abdul Rachmad Pombang dan di dampingi juga oleh Dewan Penasehatnya Marwan dan Aliansi Masyarakat Adat Nusantara Tolitoli Muding Dg. Masese, serta beberapa warga Desa Oyom.

Perbincangan panjang sejak Jam 11.00 Siang sampai Jam 01.00 Siang, di awali oleh cerita panjang dari Marwan selaku Dewan Penasehat Koperasi Mitra Pasongoan, mengatakan semua sudah banyak di jelaskan di berbagai media cetak dan Online di Sulawesi Tengah .
Mulai dari aksi demo warga Desa Oyom yang menuntut di cabut kembali rekomendasi Gubernur Sulawesi Tengah yang di tujuhkan ke PT. SMS dan menolak keberadaan PT. SMS serta menolak pilot projetc, sekaligus berbagai pernyataan baik dari kami sendiri, Ketua, Sekretaris Koperasi Mitra Pasongoan dan Tokoh adat Desa Oyom Muding Dg. Masese.

Apalagih Direktur PT. SMS Akhmad Sumarlin telah melakukan klarifikasi dengan mengelar Konferensi pers di Cafe Tanaris, berbagai macam penjelasan baik itu soal pernyataan APRI Tolitoli, dan juga dari Koperasi Mitra Pasongoan.
Namun dengan kedatangan langsung Wartawan media ini dan rekan – rekan wartawan, untuk mendengarkan apa yang sebenarnya terjadi polemik antara Koperasi Mitra Pasongoan dan PT. SMS yang imbasnya di Desa Oyom terdapat skak – skak antar warga sebagimana yang terjadi sekarang ini, ucap Marwan
Tentunya dengan kehadiran Wartawan yang datang langsung mendengar cerita kami disini, kami sangat menghargai sehingga tidak ada lagi yang di tutup – tutupi sekaligus menanggapi berbagai berita miring yang berkembang diluar sejauh ini, dan juga berbagai macam tanggapan dari berbagai kalangan element Masyarakat di Sulawesi Tengah.

Kami mengapresiasi kehadiran teman – teman wartawan yang terlibat langsung membantu memberikan beberapa masukan ini, sekaligus turut menjadi mediator antara Koperasi Mitra Pasongoan dan Direktur PT. SMS, sehingga kedepanya tidak ada lagi kejadian seperti ini terulang kembali, tutur Marwan, dan di Aminkan Sekretaris Koperasi Mitra Pasongoan.
Kami merasa sangat menghargai kalaw niat baik Direktur PT. SMS untuk dapat menjalin kerja sama dengan Koperasi Mitra Pasongoan, tentunya dengan adanya Tujuh belas aitem yang telah kami buat untuk diajukan ke PT. SMS dan semoga sajah itu bisa di penuhi nantinya.
Tujuh belas poin itu merupakan harapan dari masyarakat Desa Oyom, bukan dari Koperasi, Koperasi Mitra Pasongoan hanya wadah untuk menampung apa yang menjadi keinginan masyarakat Oyom, jelasnya.

Sementara itu Ketua Koperasi Mitra Pasongoan Abdul Rachmad Pombang menuturkan ini menyangkut hayat hidup orang banyak, dimana konsep awal kami bagaimana dengan adanya tambang di Desa Oyom bisa meningkat tarah hidup dan pendapatan masyarakat Oyom itu sendiri.
Kemudian masyarakat dalam satu ke satuan sekaligus tidak ada lagi yang namanya terpecah belah sebagaimana semboyan Pasongoan yakni ” Bersatu “, pintahnya.
Kami tidak menutup ruang bagi siapa sajah yang juga mau menjalin kerja sama, terlebih lagi PT. SMS itu sendiri, dimana kami ketahui kehadiran mereka pun turut mendapat respon positif dari sebagian warga di Desa Oyom, makanya kami pun tidak menutup mata akan hal itu, sehingga tidak ada salahnya kalau kami pun bisa menjalin hubungan kerja sama yang baik kedepanya dengan bapak Akhmad Sumarlin.
Marilah kita kesampingkan ego masing – masing bukan juga dengan gontok – gontokan, tentunya mari kita melihat kedepan bukan lagi melihat kebelakang, kami rasa tidak perlu lagi di bicarakan atau dibahas apa yang sudah terjadi kemarin – kemarin, sekarang ini lebih penting kita perhatikan kesejahteraan ekonomi masyarakat Desa Oyom, dengan adanya kekayaan alam yang di berikan Sang Khalik di Desa ini, harapnya.
( Nasir Tula )







