Palu, beritasulteng.id – Badan Perencanaan Pembangunan Nasional ( Bappenas ) Pusat bekerja sama dengan Kementerian Kelautan Perikanan melaksanakan Forum Group Discussion ( FGD ) di Swiss – Belhotel Silae, Pada Kamis 1/12/2022.
FGD kali ini bertujuan untuk melakukan pengembangan industri ikan sidat berkelanjutan melalui pengelolaan sumber daya dan Tekhnologi produksi hulu – hilir ikan sidat Anguilla spp, terutama di Kabupaten Poso Provinsi Sulawesi Tengah.
Dalam sambutanya Perencana Ahli Utama Bappenas Ir.Tommy Hermawan, MA, mengatakan pengembangan potensi jenis ikan sidat Anguilla di Sulawesi Tengah memiliki prospek terang, apa lagi di Kabupaten Poso yang memilik danau begitu indah dan luas.
Olehnya itu, butuh keseriusan pemerintah setempat dalam hal ini Dinas Kelautan dan Perikanan Kab.Poso kerja sama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Tengah, untuk dapat membuat kebijakan dalam pengembangan ikan sidat yang berkelanjutan, tentunya selepas FDG ini bisa secepatnya direalisasikan di lapangan.
Setahu kami Poso dengan danaunya yang sangat luas, kebaradaan ikan sidat Anguilla dalam melakukan pengembang biakan sangat cepat, apa lagi kalaw di tunjang dengan sumber daya manusia yang profesional, kami yakin pendapatan dari ikan sidat bisa memberikan dampak positif buat masyarakat, sekaligus juga buat Pendapatan Asli Daerah, ucapnya.

Ia menambahkan, jenis ikan sidat Anguilla atau jenis lainya perlu pemeliharaan secara serius sehingga bobotnya bisa mencapai nilai tinggi sebagaimana harapan kita bersama.
Dan harus tetap di kontrol secara bersama baik itu dinas terkait maupun steck holder supaya tidak terjadi penurunan produksi ikan sidat di Sulawesi Tengah khususnya Kabupaten Poso, pintah Tommy Hermawan.
Sementara itu Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Poso Dr. Syarul Masir menuturkan kegiatan ( FDG ) seperti ini sangat penting di ikuti untuk menambah wawasan terkait tata cara pemeliharaan dan pengelolaan secara tekhnologi soal ikan sidat Anguilla di wilayah sungai Kabupaten Poso yang masuk sampai ke hulur – hilir.
Kedepan kami sangat yakin bisa jadi Kabupaten Poso akan memilki sentral kegiatan budidaya ikan sidat, mengingat ikat sidat ini bakal dijadikan salah satu ikon unggulan dari sektor perikanan, sekaligus juga bakal jadi devisa pemasukan daerah, akunya.
Sekarang ini telah dicanangkan program kampung sidat yang di galakan ke desa – desa bersama dinas terkait, namun sayangnya belum berjalan lancar, tentunya dengan kehadiran Bappenas dan Kementerian Kelautan Perikanan di FGD, sekaligus bersama dengan pelaku usaha, praktisi dan akademisi serta pihak terkait lainya bisa membangun sektor perikanan terutama ikan sidat yang lebih matang dan baik kedepannya, harap Syarul Masir dihadapan peserta. ( Handri )







