” Dalam Waktu Dekat Bakal Ada Aksi Demo warga Palu Atas Aktivitas Ilegal Mining di Lakukan PT. AKM Di Poboya”.
Palu, beritasulteng.id – Keberadaan perusahaan PT. Adijaya Karya Makmur ( AKM ) yang melakukan aktivitas di tambang emas Poboya, terus mendapat sorotan dari berbagai kalangan serta pengiat dan pemerhati tambang di Sulawesi Tengah, hal ini dibenarkan oleh Sekretaris Asosiasi Pertambangan Emas Rakyat ( ASPERI ) Sulawesi Tengah Andi Ridwan Bataraguru, Pada Senin 21/11/2022.
Selain melihat langsung beberapa lokasi penyiraman / perendaman yang konon berdasarkan informasi saya terima ada sekitar empat belas kolam milik PT. AKM semuanya siap produksi.
” Perlu di ketahui bersama, produksi emas yang dilakukan PT. AKM semuanya sama sekali tidak memiliki izin alias Ilegal Mining “, tegasnya
Lebih – lebih lagi PT. AKM pun tidak memiliki AMDAL sekaligus dokumen pendukung yang kuat terkait masalah lingkungan, dimana setiap kolam yang akan memproduksi emas di berikan bahan merkuri ( Sianida dan Sejenisnya ) yang limbahnya hanya di kumpulkan di sekitar lokasi mereka sendiri.
Pada hal mereka tidak sadari bahwa dari sisa material yang sudah habis panen tersebut, dampak lingkungan sangat berbahaya bagi manusia, apabila kalaw hujan deras meterial tersebut bakal terseret banjir, akibat curah hujan yang tinggi dan tumpah kepemukiman warga, seperti belum lama ini banjir sempat melanda lokasi Huntab di Kelurahan Tondo.
Memang saat ini belum di rasakan dampaknya, tapi kita lihat di belakang hari bagaimana nantinya anak cucu kita bakal merasakan dampak pencemaran lingkungan akibat bahan kimia tersebut tutur Andi Ridwan Bataraguru.
Saya meyakini hasil produksi emas murni milik PT. AKM yang kurang lebih lima tahun keberadaanya bisa mencapai puluhan ton emas setiap tahunya.
Kalau kita kalkulasi sajah dengan harga jual pasaran Internasional harga satu gram mencapai 900 ribu terus di kalikan dengan 5,3 Ton setiap tahunya bisa mencapai 4,7 Triliun, atau harga di Kota Palu dengan kisaran 700 ribu kali 5,3 Ton hasilnya 3,7 Triliuan setiap tahunya, terus pertanyaanya di kemanakan uang sebanyak itu.
Pada hal nyata – nyata mereka melakukan ilegal mining dan pastinya tidak ada pembyaran pajak negara, yang seharusnya negara mendapatkan 10 persen dari hasil itu kalaw melihat aturanya, namun sayangnya PT. AKM tidak memiliki izin IUP, sehingga nampak sekali negara yang di rugikan, kesal Andi Ridwan Bataraguru yang juga Ketua Mining Comonity Center Sulawesi Tengah.
Namun saya sangat menyayangkan mengapa aktivitas PT. AKM yang lokasinya hanya di pucuk mata kita ( Kota Palu ) hanya di biarkan oleh aparat penegak hukum dalam hal ini ( Kepolisian Polda Sulteng dan Kejaksaan Tinggi Sulteng ) melakukan produksi emas yang ilegal mining, ucapnya.
Dimana kedudukan para petinggi di Sulawesi Tengah baik itu gubernur Sulteng dan Walikota Palu serta dinas ESDM, hanya membiarkan dan tutup mata, pada hal mereka tahu sendiri PT. AKM melakukan Ilegal mining.
” Atas diamnya para pemangku kepentingan dan aparat penegak hukum terhadap segala aktivitas ilegal mining dari PT. AKM di tambang emas Poboya, saya menduga ada pembagian upeti – upeti yang secara tertutup disalurkan kepada mereka secara bergiliran “, cetusnya.

Sementara itu Salim H.Baculu selaku Koordinator Aksi Demo Tambang Kota Palu mengungkapkan dalam waktu dekat kami akan turun aksi damai, di Kantor DPRD Kota Palu, Walikota Palu, DPRD Provinsi Sulteng dan Kantor Gubernur Sulteng.
Aksi ini imbas dari ke tidak seriusnya aparat hukum dan petinggi di Sulteng dan Kota Palu, atas pembiaran aktivitas Ilegal mining yang di lakukan oleh PT. AKM di Poboya, perlu kami ingatkan dulu sewaktu era masanya Pak Rusdy Mastura sebagai Walikota Palu, hal yang sama ( Aksi Demo ) pernah kami lakukan atas imbasnya tertutupnya tambang emas rakyat Poboya.
Tambang emas itu milik rakyat bukan milik PT. AKM yang berlindung di bawah ketiak PT. CPM yang memiliki kontrak karya dan Izin IUP di tambang Poboya, sekarang apa bedanya tambang rakyat dengan PT. AKM.
Kalaw rakyat selalu di bilang ilegal dan di takut – takuti oleh aparat kepolisian, terus PT. AKM sendiri yang nyata – nyata lakukan hal yang sama justru hanya di biarkan, kesal Salim H. Baculu di Sekretariat Relawan Pemenangan Anies Baswedan, Pada Senin 21/11/2022. ( Nasir Tula )







