Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Palu Menilai Pemkot Palu Tidak Serius Pencapain PAD 2022

Palu, beritasulteng.id – Sidang paripurna terkait pandangan umum fraksi, tentang perubahan Anggaran Pendapatan Daerah ( APBD ) 2022, yang berlangsung Pada Selasa 13 / 09 / 2022, banyak terjadi catatan penting dan masukan kepada Walikota Palu.

Sembilan fraksi menyatakan setuju atas pengajuan anggaran perubahan APBD 2022 untuk di bahas ke tingkat rapat Panitia Khusus ( Pansus ) DPRD Kota Palu, akan tetapi banyak catatan – catatan penting dan penegasan kepada Walikota Palu.

Fraksi Partai PDI Perjuangan melalui juru bicaranya anggota DPRD Joppi Alfi Kekung, SE mengatakan Kami atas nama fraksi PDI Perjuangan melihat, bahwa sampai sejauh ini Pemerintah Kota Palu tidak serius dalam hal pencapaian Pendapatan Asli Daerah ( PAD ) Tahun 2022 karena tidak ada kajian kongrit, sehingga apa yang di tetapkan pemerintah daerah tidak bisa terealisasikan.

Yang menjadi barometer hal tersebut penuruan PAD sebesar 52 M lebih terhadap perubahan APBD, itu disebabkan karena ketidak mampuan Pemkot Palu dalam mencapai realisasi khususnya pada distribusi daerah, ” Itulah pernyataan sikap dari fraksi PDI Perjuangan, Pemkot Palu tidak serius dalam hal peningkatan PAD Kota Palu “, tegasnya.

Sementara dalam belanja daerah Pemkot Palu menaikan belanja daerah untuk perubahan APBD 2022 sebesar 103 M lebih, di sini kan satu keadaan yang tidak berimbang, di satu pihak turun pencapaian PAD, di sisi lain justru Pemkot Palu menaikan belanja daerah, ini kan aneh, ucapnya di hadapan para anggota dewan dan OPD Kota Palu, saat membacakan tanggapan fraksi.

Setelah melihat penjelasan Walikota Palu saat di bacakan di sidang paripurna Pada Selasa Pagi 13 / 09 / 2022, mengenai rancangan peraturan daerah tentang perubahan APBD 2022, ada terdapat kekeliruan angka dalam penjelasan anggaran perubahan APBD Kota Palu yaitu pada belanja operasi sebesar 259 M bertambah jadi 260 M, tapi hasilnya menjadi 1,2 Triliun, itu yang inggin kami minta penjelasan Pemkot Palu terkait, dengan kesesuaian angka yang di bacakan, bisa di lihat penjelasan Walikota Palu tadik yang sudah di bacakan tadik saat paripurna.

” Karena ini barang, ini biar mau pakai di rumus matematika dari kutub utara i, tidak ke temu ini barang, itu menurut fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Palu, ” aku Joppi Alfi Kekung.

Fraksi PDI Perjuangan juga meminta penjelasan kepada Pemkot Palu terkait naiknya belanja tidak terduga sebesar 78 M lebih, dari sebelumya 9 M menjadi 78 M, walaupun kami menerima perubahan APBD 2022 Kota Palu, untuk di bahas ke tingkat Pansus nantinya, jelasnya.( Nasir Tula ).