Palu, beritasulteng.id – Akibat tidak adanya solusi terbaik dari PT.Citra Palu Mineral buat warga dan Penambang di Poboya untuk melakukan aktivitas pengambilan material atau yang sering di sebut ( Kalikil), Hari ini Rabu 07/09/2022 kekesalan warga dan penambang memuncak, dan secara spontan melakukan aksi demo.
Demo sepontan di lakukan sejak pukul 07.00 Pagi di mana titik kumpul para pendemo berada di pertigaan jalan Batu Moranga, yang dimana jalan ini merupakan titik utama menuju arah ke lokasi perusahaan CPM.
Hasil pantauan media ini di lokasi, warga dan Penambang Poboya berbondong – bondong datang bergabung secara spontanitas melakukan aksi demo dengan tertib dan dalam pengawalan aparat Kepolisian Polres Palu.
Nampak satu persatu mulai dari Ketua Adat Poboya Moh Ja’far dan ketua LPM memberikan orasi yang secara penuh mendukung aksi yang berlangsung sampai pukul 02.00 Siang.
Sebagai bentuk kekesalan warga dan penambang Poboya sepanjang jalan menuju lokasi CPM yang kurang lebih lima kilo jaraknya, begitu banyak potongan – potongan pohon dan batu – batu ukuran besar di lentangkan di tengah jalan.

Sehingga tidak ada satu pun kendaraan roda empat bisa melewati jalan dan hanya kendaraan roda dua, bisa melewati akses jalan yang sejak Selasa malam 06/09/2022, warga sudah melakukan pemboikot lokasi sepanjang jalan tersebut.
Kekesalan warga dan para penambang Poboya, berdasarkan informasi di lapangan sejak Selasa malam, terjadi inisiden antara penambang dengan aparat Kepolisian Polres Palu yang di mana, saat itu warga di larang mengambil material yang mengandung emas, sejak pihak CPM telah melarang warga yang melakukan aktivitas lokasi tersebut.

Sejak sebulan lebih pihak aparat Polres Palu yang berjagah – jangan di areal lokasi tambang milik PT.CPM, sering mendapat sorotan warga dan para penambang, di mana mereka sering di larang mengambil material karena konon tidak memiliki izin, akan tetapi warga dan para penambang tetap berupaya masuk demi mencari rejeki untuk keluarga.
Kami datang ke sini bukan untuk mencuri, kami datang untuk mencari rejeki ini tanah Ulayat kami, tapi kenapa kami di larang dan di jagah – jagah oleh aparat, kesal sebagian warga dan penambang di lokasi demo.

Demi memperjuangkan hak – hak warga Poboya dan penambang perwakilan warga mulai dari Ketua Adat Poboya, LPM, tokoh masyarakat Poboya dan tokoh pemuda Poboya, menemui pihak CPM yang di terima langsung Kepala KTT PT.CPM Yan Adriansyah dan Diki, untuk menyampaikan aspirasi apa yang menjadi tuntutan para pendemo.
Adanya demo para karyawan PT.CPM dan PT.AKM tidak bisa masuk kelokasi dikarenakan seluruh jalan telah di tutup oleh warga Poboya dan para penambang. ( Nasir Tula )







