Bupati Morowali Terapkan Prinsip Ilmu Dagang, Untuk Tingkatkan Daya Saing Petani

MOROWALI – Beritasulteng.id –  “Saya ini anak dagang, ketika awal memimpin Morowali, saya berpikir, putar otak, bagaimana membantu masyarakat Morowali agar dapat meingkatkan taraf hidupnya,” ujar Bupati Morowali Drs. Taslim kepada sejumlah awak jaringan media FPII dalam bincang santai di ruang kerjanya, selasa, (7’/12/2021).

Hampir tiga tahun memimpin Kabupaten Morowali Provinsi Sulawesi Tengah, Drs. Taslim melalui OPD teknisnya telah menggulirkan sejumlah program inspiratif untuk petani dan masyarakat Morowali.

Terkait obsesinya untuk menjaga daya saing petani Morowali, Bupati Taslim menyebut, Pemda Morowali setiap tahun mengalokasikan dana APBD untuk menekan biaya operasional atau biaya produksi petani di daerahnya.

“Gratiskan Biaya Tanam dan Biaya Panen itu bagian dari solusi yang kami lakukan untuk menekan biaya produksi petani,” ucapnya.

Bupati Morowali menegaskan, dengan menekan biaya produksi petani secara otomatis akan meningkatkan daya saing dan ikut meningkatkan pendapatan petani di Morowali.

Dicontohkan, jika untuk operasional pembajakan dan pengolahan masa panen, setiap hektar sawah para petani harus.mengeluarkan dana operasional Rp.4 juta,”Maka untuk dua kali masa tanam, petani harus mengeluarkan dana Rp.8 juta, semua itu.nol pengeluaran atau akan digratiskan,^ kata Taslim, seraya menambahkan program yang kemungkinan pertama di Indonesia itu akan mulai dijalankan tahun 2022.

Program inspiratif pemda Morowali yang menggratiskan biaya operasional.bajak dan panen petani itu, lahir dari pemikiran Bupati Morowali Drs Taslim yang mengaku sebagai anak dagang atau pemimpin daerah yang punya visi entrepeneur.

Terkait kebijakan pemda Morowali untukn menjamin ketersediaan pupuk bagi petani, Bupati Drs.Taslim menegaskan, pihaknya tidak mendorong program pupuk grartis, tetapi lebih mengedepankan kebijakan pelatihan bagi petani untuk membuat dan menyiapkan sendiri pupuk organik termasuk pestisidasi organik.

“Untuk program ini, pemda Morowali melalui OPD Teknis telah bekerjasama dgn kawan-kawan dari Sukabumi untuk memberikan pelatihan bagi para petani untuk membuat pupuk organk dan pestisida organik,” tutur Bupati yang diusung Partai Nasdem itu.

Program lain untuk mendukung peningkatan taraf hidup petani, kata Bupati Morowali, dengan menyiapkan dana talangan yang dikucurkan melalui Induk Koperasi Petani.

“Dana talangan yang akan dikelola induk koperasi petani, dijalankan dengan konsep resi gudang, artinya saat tiba masa panen raya, untuk produksi gabah saja pasti harganya turun, disini peran induk koperasi petani untuk menjamin statbilisasi harga dengan konsep resi gudang tadi,” jelas Bupati.

Diwilayah Kabupaten Morowali, kata Bupati Drs.Taslim ada sekitar 6 ribu luas areal persawahan aktif yang jika dikelola secara.maksimal akan menjadikan Morowali surplus pangan dan akan menjadi rintisan jalan menuju kedaulatan pangan Morowali.

Karenanya, Pemda Morowali sejak tahun 2020 telah menggulirkan program Asuransi lahan persawahan.dan.Asuransi ternak sapi.

“Untuk.asuransi lahan pertanian dan asuransi ternak sapi, kami telah bekerjasama dengan Jasindo, dan program ini sangat.membantu petani, sehingga jika terjadi sesuatu terhadap lahan pertanian atau ternak sapi milik petani, sudah disiapkan jaminan oleh pihak asuranisi.” tukas Drs.Taslim.

Komitmen Pemda Morowali untuk memberikan kehidupan yang layak bagi masyarakat, dilakukan pula lewar program Bantuan Rumah Layak Huni dengan target sasaran masyarakat dikepulauan dan pesisir.

“Setiap tahun dialokasikan anggaran sekitar Rp.20 M untuk membangun 400 unit rumah layak huni, dengan targer sasaran utama adalah masyarakat Morowali yang berada dikawasan kepulauan dan pesisir,” pungkasnya. (tim)

Editor : Irfan Pontoh

About beritasulteng

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *