Buronan Kejati Riau kasus korupsi Ir.Mujiono ( Baju Putih ) yang merugikan negara 1,2 Miliar, berakhir pelarianya di Kota Palu setelah tertangkap oleh Tim Tabur Intelijen Kejati Sulteng bersama Tim Kejati Riau, Pada Jumat (29/10/2021).

Buronan Kejati Riau Kasus Korupsi Rugikan Negara 1,2 M Tertangkap Di Kota Palu

Buronan Kejati Riau kasus korupsi Ir.Mujiono ( Baju Putih ) yang merugikan negara 1,2 Miliar, berakhir pelarianya di Kota Palu setelah tertangkap oleh Tim Tabur Intelijen Kejati Sulteng bersama Tim Kejati Riau, Pada Jumat (29/10/2021).

PALU, beritasulteng.id – Tim Tabur (tangkap buron) Intelijen Kejati Sulteng bersama Tim Tabur Kejati Riau dan Kejari Indragiri Hilir berhasil menangkap Ir. Mujiono, Pukul 11.30, di rumah kediamannya, di Kota Palu, Jumat (29/10).

Mujiono karyawan PT. INHUTNI IV Riau, merupakan buron terpidana kasus Korupsi merugikan keuangan Negara Rp1,2 miliar, masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Kajari Indragiri Hilir sejak 2002.

Kepala Kejaksaan Tinggi Provinsi Sulawesi Tengah Jacob Hendrik Pettipeilohy melalui Kasi Penkum dan Humas Kejati, Reza Hidayat mengatakan, pencarian dan penangkapan buron tersebut adalah, setelah Kepala Kejaksaan Tinggi Riau menerbitkan surat perintah operasi intelijen untuk mencari keberadaan buron sebagaimana tersebut di atas dengan berkoordinasi dan meminta bantuan Kejati Sulawesi Tengah.

” Dan telah ditindaklanjuti, yang mana informasi diterima benar terpidana berada di kota Palu,”kata Reza.

Ia mengatakan, proses penangkapan DPO berlangsung secara kondusif, yang mana pada awalnya tim tabur sudah melakukan pengintaian lokasi terpidana tinggal.

“Setelah dipastikan terpidana berada di rumahnya tim tabur gabungan langsung menuju ke rumah terpidana dan melakukan penangkapan terhadap terpidana tanpa perlawanan,”kata Reza kepada MAL Online.

Selanjutnya kata Reza, terpidana akan di berangkatkan ke Pekanbaru Riau untuk di laksanakan eksekusi.

Dalam kasus ini Ir. Mujiono tidak sendiri turut pula Ir.Agus Sukayanto. Keduanya terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melanggar Pasal 1 ayat (1) sub B Jo pasal 28 UU No 3 Tahun 1971 Jo Pasal 43A UU No mor 31 Tahun 1999 yang telah diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

Dalam putusan Pengadilan Negeri Tembilahan , Keduanya divonis 2 tahun pidana penjara, membayar denda Rp10 juta, subsider 3 bulan kurungan. Dan menghukum membayar uang pengganti masing-masing Rp600 juta. ( Nasir Tula/ Kriman. Kasi Penkum Kejati Sulteng)

About beritasulteng

Check Also

SK Pengurus Dewan Pimpinan Partai Perkasa di Sulteng Resmi Disahkan

Palu, beritasulteng.id – Dalam memenuhi persyaratan sebagai salah satu partai peserta Pemilu 2024, Ketua dan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *