Warga Poboya Dan Penambang Hari Ini Akan Turun Aksi Demo Ke PT.CPM

Palu, beritasulteng.id – Setelah mengetahui terkait adanya lima poin kesepakatan dengan PT. Citra Palu Mineral ( CPM ), Pada pertemuan diskusi yang berlangsung Pada Senin 6 Juni 2022 di ruangan Polibu Kantor Gubernur, yang di mediasi oleh Dinas Energi dan Sumber daya Alam Provinsi Sulawesi Tengah.

Dimana turut dihadiri oleh salah satu staf Tenaga Ahli Gubernur Sulteng Ridho Soleh, yang bersangkutan di utus oleh Gubernur Sulawesi Tengah, untuk mendampingi dinas terkait.

Diskusi juga dihadiri perwakilan dari PT.CPM dan Tokoh Adat, pemuda, Masyarakat Poboya dan Ketua APRI Sulteng.

Akan tetapi para tokoh dari kelurahan Poboya yang sempat hadir, menyikapi lima poin tersebut seakan tidak pro ke masyarakat dan para penambang emas di lokasi Poboya, ungkap Tokoh Adat Kelurahan Poboya Mohamad Djafar.

Atas dasar itulah kami yang sempat  hadir melakukan rapat kembali membahas lima poin itu, sehingga kami semua mengambil kesimpulan untuk mengundang seluruh warga Poboya untuk hadir dalam pertemuan  rapat pada malam harinya Selasa 07/06/2022, di rumah adat Kelurahan Poboya.

” Adapun hasil kesepakatan dengan warga Poboya yang hadir malam itu, menilai poin – poin tersebut tidak memihak ke warga dan  memutuskan untuk turun Aksi Demo damai Pada Hari Rabu 08/06/2022 dilokasi perempatan pangkalan ojek Watumoranga, satu arah menuju lokasi perusahaan PT.CPM “, akunya.

Ini aksi damai dan kami melarang warga Poboya dan para penambang untuk melakukan anarkis, karena ini tanah leluhur kami yang harus tetap dijagah dengan baik, kami tidak inggin aktifitas perusahaan merusak tempat – tempat sejarah di Kelurahan Poboya, sudah cukup kami selama ini diam dan sabar, melihat begitu leluasa perusahaan mengambil seluruh kekayaan alam di tanah Poboya, dan kami hanya dianggap orang asing di wilayah kami sendiri, ucap papa Tinggi dengan nada kesal terakait adanya aktivitas sabotase dari PT.CPM. ( Nasir Tula ).