APRI Sulteng Gelar FGD Pertama Tambang Rakyat Di Kab.Parimo

 

 

Palu,beritasulteng.id – Asosiasi Penambang Rakyat Indonesia ( APRI ) Propinsi Sulawesi Tengah akan melaksanakan kegiatan Focus Grub Discussion ( FGD ) Tambang Rakyat di Kabupaten Parigi Moutong ( Parimo ), bertempat di Lolaro Dive Resort, Hari Selasa dan Rabu, Tanggal 29 s / 30 Maret 2022.

FGD kali ini mengambil ” Tema Membangun Sinergi Antara Penambang BUMN, BUMND dan Swasta Untuk Mendukung Pembangunan”.

Selaku Ketua DPW APRI Sulawesi Tengah Sofyar, SP mengatakan pelaksanaan sudah kami persiapkan sejak dua pekan ( Minggu ) bersama seluruh pengurus DPW dan bekerja sama dengan pengurus DPC APRI Kabupaten Parimo, dimana sebelumnya kami mengadakan pertemuan bersama Bupati Parimo Syamsurizal Tombolotutu, terkait persiapan sebagai tuan rumah pelaksanaan FGD ini.

” Alhamdulillah bupati merespon positif kegiatan ini dan siap menjadi tuan rumah yang baik di FGD kali ini” , karena menurut beliau banyak potensi tambang emas di hampir semua desa se Kab.Parimo, akunya.

Sejauh ini panitia baik itu dari DPW APRI Sulteng maupun DPC APRI Parimo telah mempersiapkan segala sesuatunya, untuk seluruh rangkaian randown acara nantinya.

Narasumber yang hadir pun semuanya  memiliki pemahaman tentang dunia pertambangan, di antaranya dari Direktur Jendral Mineral dan Batubara Kementrian ESDM, Dinas ESDM Propinsi dan Kabupaten, serta perusahaan – perusahaan tambang yang resmi, di mana mereka siap bekerja sama dalam menerima hasil logam mulia ( Emas ) yang ada di seluruh wilayah propinsi Sulawesi Tengah.

Pemerintah propinsi Sulawesi Tengah dalam hal ini Gubernur H. Rusdy Mastura turun memberikan dukungan pelaksanaan FGD dan Insya Allah bersedia hadir, dimana hari ini dijadwalkan ( 29/03/2022) Ketua DPP APRI Indonesia Ir.Gatot Sugiharto akan tiba di palu, sehari sebelumnya Sekjend DPP APRI Imran sudah berada di Kota Palu, papar Sofyar,SP yang juga salah satu Tokoh masyarakat di Kelurahan Poboya.

Tujuan kegiatan FGD untuk mendorong pemerintah pusat, propinsi dan kabupaten agar memberikan ruang kepada BUMN,BUMND dan pihak Swasta dalam memajukan pertambangan di Sulawesi Tengah, agar bisa terciptanya lapangan kerja, peningkatan pendapatan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Selaku Ketua APRI Sulawesi Tengah sangat berharap dalam momend FGD ini bisa menghasilkan berbagai rumusan – rumusan penting, yang memudahkan para investor baik luar maupun lokal dapat melaksanakan kegiatan pertambangan di seluruh wilayah propinsi Sulawesi Tengah sesuai dengan aturan yang berlaku.

APRI Sulteng pun siap turut serta mendukung program – program pemerintah propinsi Sulawesi Tengah di bawah kepemimpinan Bung Cudy, terutama terkait bagaimana nantinya proses Wilayah Izin Usaha Pertambangan ( WIUP ) dan Izin Usaha Pertambangan ( IUP ) yang di himbau oleh pemerintah pusat maupun daerah sesuai dengan SOP, agar tidak lagi berbenturan dengan hukum dan pihak aparat kepolisian, saat melakukan aktifitas tambang logam mulia ( Emas ), tutup Sofyar.