Palu,beritasulteng.id – Sekolah Dasar Negeri (SDN) Lasoani, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, menggelar acara pelepasan siswa/siswi tahun ajaran 2025/2026 dengan tema “Lulus dengan Hati, Melangkah dengan Budi”, Kamis (21/05/2026).
Kegiatan yang berlangsung di halaman sekolah tersebut berjalan meriah sekaligus penuh haru. Sebanyak 46 siswa resmi dilepas setelah menempuh pendidikan selama enam tahun di SDN Lasoani.

Acara dihadiri oleh kepala sekolah, dewan guru, orang tua murid, pengurus komite sekolah, perwakilan Pemerintah Kelurahan Lasoani, Kepala SDN 5 Kawatuna, serta sejumlah tamu undangan lainnya.
Dalam kegiatan tersebut, para siswa menampilkan berbagai pertunjukan seni untuk menghibur para tamu undangan. Penampilan yang dibawakan antara lain tari tradisional, vokal solo, hingga pembacaan puisi dalam tiga bahasa, yakni Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Bahasa Kaili.
Suasana semakin terasa haru ketika para siswa menyampaikan ucapan terima kasih kepada guru dan orang tua yang telah mendampingi proses belajar mereka selama di bangku sekolah dasar.

Kepala SDN Lasoani, Elvira, S.Pd., M.Pd., dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan pelepasan siswa merupakan agenda tahunan sekolah sebagai bentuk penghormatan kepada peserta didik yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.
“Enam tahun bukan waktu yang singkat. Banyak proses yang telah dilalui anak-anak selama menimba ilmu di sekolah ini. Kami merasa bangga dapat mengantarkan mereka menuju jenjang pendidikan selanjutnya,” ujar Elvira.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para orang tua murid yang telah mempercayakan pendidikan anak-anak mereka kepada SDN Lasoani.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh wali murid yang telah menitipkan dan mempercayakan pendidikan anak-anaknya di sekolah ini,” katanya.
Elvira berpesan kepada seluruh siswa agar terus semangat belajar, menjaga nama baik sekolah, serta menghormati orang tua dan guru di mana pun berada.
“Teruslah belajar dan jadilah anak yang berguna bagi orang tua, masyarakat, bangsa, dan negara. Jaga almamater sekolah ini dan tetap berakhlak mulia,” pesannya.
Pada kesempatan tersebut, Elvira juga menyampaikan permohonan maaf mewakili seluruh tenaga pendidik apabila selama proses pendidikan terdapat kekurangan dalam pelayanan maupun pembinaan terhadap siswa.
“Kami mohon maaf apabila selama enam tahun mendidik anak-anak terdapat sikap maupun pelayanan yang kurang berkenan,” ucapnya.
Di akhir sambutannya, Elvira menutup dengan sebuah pantun yang membuat suasana acara sejenak hening dan penuh haru.
Sementara itu, Koordinator Pengawas (Korwas) Kota Palu, Inengah Sukama, SP., M.Pd., mengatakan bahwa momen perpisahan sekolah selalu menghadirkan dua perasaan sekaligus, yakni bahagia dan sedih.

“Bahagia karena anak-anak telah menyelesaikan pendidikan di tingkat sekolah dasar dan akan melanjutkan ke jenjang berikutnya. Sedih karena mereka harus berpisah dengan teman dan guru yang selama ini bersama,” tuturnya.
Ia menyampaikan apresiasi kepada pihak sekolah dan panitia atas terselenggaranya kegiatan tersebut dengan baik serta tetap mengedepankan kebersamaan antara sekolah dan orang tua murid.
Menurutnya, kegiatan perpisahan dapat dilaksanakan selama berdasarkan kesepakatan bersama dan tidak membebani anggaran sekolah maupun orang tua secara berlebihan.

“Kegiatan seperti ini memiliki nilai kenangan yang baik bagi anak-anak. Selain sebagai ajang pelepasan, juga mempererat silaturahmi antara pihak sekolah dan wali murid,” katanya.
Sukama juga mengajak para orang tua untuk terus mendukung pendidikan anak-anak mereka sebagai generasi penerus bangsa.
“Mari kita bersama-sama mendukung pendidikan anak-anak kita, karena mereka adalah generasi emas dan calon pemimpin masa depan,” pungkasnya.







