Editor ; Moh.Nasir Tula
Palu, beritasulteng.id – Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tengah mulai mematangkan persiapan pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah melalui Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral Kesiapan Operasi Ketupat Tinombala 2026 yang digelar di Ballroom Swiss-Belhotel Palu, Selasa (10/3/2026).
Rakor tersebut dipimpin langsung oleh Kapolda Sulawesi Tengah, Irjen Pol. Endi Sutendi, dan dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan instansi vertikal, serta berbagai pemangku kepentingan terkait.
Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain perwakilan Gubernur Sulawesi Tengah yang diwakili Kepala Badan Kesbangpol Sulteng Dahri Saleh, perwakilan Ketua DPRD Sulteng yang diwakili Ketua Komisi III DPRD Sulteng Dandy Adhy Prabowo, Kejaksaan Tinggi Sulteng yang diwakili Asisten Pidana Umum Andarias, serta Pengadilan Tinggi Sulteng yang diwakili Hakim Ad Hoc Tipikor Endro Nurwantoko.
Turut hadir pula perwakilan Pangdam XIII/Merdeka, Badan Intelijen Negara Daerah (Binda) Sulteng, Badan Narkotika Nasional (BNN), Lanal Palu, serta sejumlah pejabat utama Polda Sulteng, para Kapolres jajaran, tokoh agama, dan tokoh masyarakat.
Dalam rakor tersebut, sejumlah instansi memaparkan kesiapan dukungan dalam pengamanan arus mudik dan perayaan Lebaran. Instansi yang menyampaikan paparan antara lain PT Pertamina, PLN, Basarnas, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulteng, Dinas Perhubungan, Dinas Pariwisata, serta Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tengah.
Kapolda Sulteng Irjen Pol. Endi Sutendi dalam sambutannya mengatakan bahwa perayaan Idul Fitri merupakan agenda nasional yang setiap tahun diikuti peningkatan mobilitas masyarakat secara signifikan.
“Momentum Idul Fitri dimanfaatkan masyarakat untuk beribadah, bersilaturahmi, berlibur, dan berkumpul bersama keluarga. Hal ini tentu berdampak pada meningkatnya aktivitas dan pergerakan masyarakat secara masif,” ujar Endi.
Ia menyebutkan, berdasarkan survei Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, potensi pergerakan masyarakat selama masa mudik Lebaran tahun ini diperkirakan mencapai 50,6 persen dari total populasi atau sekitar 143,9 juta orang.
Karena itu, menurut Kapolda, rakor lintas sektoral menjadi langkah penting untuk memperkuat koordinasi antarinstansi sekaligus memastikan kesiapan pengamanan, termasuk pengaturan lalu lintas dan langkah-langkah antisipasi lainnya.
Dalam Operasi Ketupat Tinombala 2026, Polda Sulteng akan mengerahkan 3.739 personel gabungan, terdiri dari 1.566 personel Polri, 399 personel TNI, dan 1.774 personel dari instansi terkait.
Operasi kepolisian terpusat tersebut akan berlangsung selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026.
Untuk menunjang pengamanan, Polda Sulteng juga akan mendirikan 92 pos pengamanan dan pelayanan yang tersebar di seluruh wilayah hukum Polres jajaran.
Pos tersebut terdiri dari 58 Pos Pengamanan (Pos Pam) yang difokuskan pada pengaturan lalu lintas, pencegahan tindak kriminalitas, serta penanganan gangguan keamanan.
Selain itu, terdapat 19 Pos Pelayanan (Pos Yan) yang akan menyediakan berbagai layanan bagi masyarakat, seperti informasi perjalanan, bantuan kesehatan, serta tempat istirahat bagi pemudik.
Sementara itu, 15 Pos Terpadu akan dioperasikan secara bersama oleh berbagai instansi untuk memberikan layanan terintegrasi, termasuk pemeriksaan kesehatan bagi pengemudi guna mencegah kecelakaan lalu lintas.
Kapolda menyebutkan seluruh pos tersebut akan mengamankan 4.630 objek pengamanan, yang meliputi masjid, lokasi pelaksanaan Salat Idul Fitri, terminal, pelabuhan, bandara, pusat perbelanjaan, hingga kawasan wisata yang diperkirakan ramai dikunjungi masyarakat selama libur Lebaran.
Dalam arahannya, Kapolda juga menekankan pentingnya sinergi dan koordinasi lintas sektor untuk memastikan pelaksanaan operasi berjalan optimal.
Ia meminta seluruh instansi terkait segera melakukan pemetaan potensi kerawanan serta menyiapkan langkah antisipasi sejak dini.
Selain itu, edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya mudik yang aman dan tertib juga diminta untuk terus digencarkan melalui berbagai media.
Pengawasan distribusi bahan pokok dan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) juga menjadi perhatian guna menjaga stabilitas harga serta mencegah kelangkaan selama periode Lebaran.
Kapolda juga mengingatkan seluruh pihak untuk mengantisipasi potensi bencana alam seperti banjir dan tanah longsor akibat cuaca ekstrem, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kejahatan maupun ancaman gangguan keamanan lainnya.
“Melalui koordinasi lintas sektoral ini diharapkan pelaksanaan Operasi Ketupat Tinombala 2026 di wilayah Sulawesi Tengah dapat berjalan aman, lancar, dan memberikan rasa nyaman bagi masyarakat yang merayakan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah,” kata Kapolda.







