Panitia Haul ke-58 Guru Tua Audiensi dengan Wali Kota Palu, Bahas Persiapan dan Festival Raudah

Palu, beritasulteng.id – Panitia Haul ke-58 S. Idrus bin Salim Aljufri atau Guru Tua melakukan audiensi dengan Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid, Selasa (3/3/2026), di ruang kerja wali kota. Pertemuan tersebut membahas persiapan pelaksanaan Haul ke-58 yang dijadwalkan berlangsung pada 1 April 2026, serta rangkaian Festival Raudah yang akan digelar pada 28–30 Maret 2026.

Audiensi dipimpin Sekretaris Jenderal PB Alkhairaat, Jamaludin Mariajang, yang juga bertindak sebagai Sekretaris Panitia Haul ke-58. Turut hadir dalam pertemuan tersebut sejumlah panitia, di antaranya Muh. Adam, Mashur Ranuang, dan Ustad Harsin.

Dalam kesempatan itu, panitia memaparkan rencana teknis pelaksanaan haul dan festival, termasuk kebutuhan dukungan sarana dan prasarana, pengaturan konsumsi jamaah, pengamanan, serta rekayasa lalu lintas mengingat kegiatan tersebut diperkirakan akan dihadiri ribuan jamaah dari berbagai daerah di Sulawesi Tengah dan luar provinsi.

Wali Kota Palu menyatakan dukungan Pemerintah Kota Palu terhadap pelaksanaan Haul Guru Tua ke-58 sebagai agenda keagamaan tahunan yang memiliki nilai spiritual sekaligus dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat.

“Kami mendukung penuh pelaksanaan haul ini, terutama dalam hal fasilitasi perlengkapan dan konsumsi sesuai dengan kemampuan dan ketentuan yang berlaku. Koordinasi lintas perangkat daerah akan kami optimalkan agar kegiatan berjalan lancar,” ujar Hadianto.

Selain itu, Wali Kota yang juga bertindak sebagai pengarah dalam struktur kepanitiaan menyampaikan rencana pembangunan gapura wisata religi di sejumlah titik menuju kawasan Alkhairaat Pusat Palu. Rencana tersebut, menurutnya, merupakan bagian dari penataan kawasan religi yang diharapkan dapat memperkuat identitas Kota Palu sebagai salah satu pusat pendidikan dan dakwah Islam di kawasan timur Indonesia.

Ia juga menekankan pentingnya evaluasi pascakegiatan. Menurutnya, setiap pelaksanaan haul perlu ditinjau secara menyeluruh agar berbagai kendala teknis, seperti pengaturan parkir, kebersihan, dan kenyamanan jamaah, dapat menjadi bahan perbaikan pada tahun berikutnya.

“Setelah pelaksanaan nanti, perlu dilakukan evaluasi bersama. Hasil evaluasi itu bisa menjadi dasar perencanaan pembenahan melalui APBD Kota Palu Tahun 2026, khususnya yang berkaitan dengan infrastruktur pendukung dan penataan kawasan,” katanya.

Sementara itu, panitia menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Kota Palu dan berharap sinergi antara pemerintah daerah, panitia, serta masyarakat dapat memastikan seluruh rangkaian kegiatan, termasuk Festival Raudah, berjalan tertib, aman, dan khidmat.

Haul Guru Tua merupakan agenda tahunan untuk mengenang dan mendoakan pendiri Alkhairaat, sekaligus menjadi momentum silaturahmi akbar keluarga besar Alkhairaat dan umat Islam.