Gubernur Anwar Hafid Ajak Masyarakat Sambut Tahun Baru dengan Doa dan Kepedulian Sosial

Editor ; Moh.Nasir Tula

Palu, beritasulteng.id – Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, bersama Wakil Gubernur dr. Reny A. Lamadjido mengisi malam pergantian tahun dengan menggelar Tabligh Akbar dan dzikir bersama masyarakat di Masjid Raya Baitul Khairaat, Palu, Rabu malam (31/12/2025). Ribuan jamaah memadati masjid terbesar di Sulawesi Tengah tersebut untuk menutup tahun dengan suasana religius dan khidmat.

Kegiatan keagamaan itu menghadirkan penceramah Ustadz Ruslan Demanto, S.Th.I. Turut hadir Gubernur Sulawesi Tengah ke-2 Bandjela Paliudju, Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tengah Novalina, unsur Forkopimda, tokoh agama, serta berbagai elemen masyarakat.

Dalam sambutannya, Gubernur Anwar Hafid menyampaikan bahwa sebelum mengikuti Tabligh Akbar, dirinya bersama Kapolda Sulawesi Tengah terlebih dahulu melakukan patroli untuk memantau situasi keamanan Kota Palu. Berdasarkan pemantauan tersebut, kondisi kota terpantau relatif aman dan kondusif.

Menurut Gubernur, suasana tersebut mencerminkan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk merayakan malam pergantian tahun dengan cara yang lebih sederhana dan bermakna. Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah sebelumnya juga telah mengimbau agar perayaan tahun baru tidak dilakukan secara berlebihan.

Imbauan tersebut, lanjut Anwar Hafid, merupakan bentuk empati dan solidaritas kepada masyarakat di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang tengah menghadapi musibah bencana alam. Ia mengingatkan bahwa Sulawesi Tengah pernah mengalami situasi serupa pada tahun 2018, sehingga rasa kepedulian sosial perlu terus dijaga.

“Sebagai wujud solidaritas dan kepedulian, malam ini kita berkumpul di rumah Allah untuk berdoa bersama. Kita memohon agar Sulawesi Tengah senantiasa diberikan perlindungan, keamanan, kedamaian, dan kerukunan, serta mendoakan saudara-saudara kita di daerah lain agar diberi kekuatan lahir dan batin,” ujar Anwar Hafid.

Ia juga mengapresiasi antusiasme masyarakat yang secara sadar memilih mengisi malam pergantian tahun dengan kegiatan ibadah. Menurutnya, hal tersebut menjadi refleksi spiritual yang penting untuk menyongsong tahun baru dengan niat dan harapan yang lebih baik.

Sementara itu, dalam tausiyahnya, Ustadz Ruslan Demanto mengajak seluruh jamaah menjadikan momentum pergantian tahun sebagai sarana muhasabah diri. Ia menekankan bahwa setinggi apa pun jabatan dan status sosial seseorang, pada hakikatnya tetap merupakan hamba Allah SWT.

Ustadz Ruslan juga mengingatkan bahwa manusia kerap diuji melalui harta dan kedudukan. Ketika merasa memiliki segalanya, sebagian orang justru lupa menjaga sikap, tutur kata, dan adab terhadap sesama.

“Jika ingin hidup tenang dan bahagia, jangan pernah merasa paling ada atau paling tinggi. Ketika seseorang merasa berada di atas, sering kali sikap dan ucapannya berubah, dan hal itu tidak disukai oleh Allah SWT,” pesannya.

Tabligh Akbar dan dzikir bersama tersebut berlangsung hingga menjelang pergantian tahun dan ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan, keberkahan, serta harapan agar Sulawesi Tengah dan seluruh bangsa senantiasa berada dalam lindungan Allah SWT di tahun yang akan datang.