Editor ; Moh.Nasir Tula
Palu, beritasulteng.id – Wali Kota Palu, H. Hadianto Rasyid, SE, bersama Wakil Wali Kota, Imelda Liliana Muhidin, SE., M.A.P, memberikan arahan dalam pemaparan Rencana Kerja Tindak Lanjut Proyek Perubahan yang dibawakan oleh Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Palu, H. Usman, SH, pada Senin siang di ruang rapat Bantaya, Kantor Wali Kota Palu.
Dalam kesempatan tersebut, Asisten Usman memperkenalkan proyek bertajuk “Optimalkan PAD melalui Kolaborasi Lembaga Non Pemerintah (OPA Bergerak Bersama)”. Proyek ini merupakan bagian dari tindak lanjut pelatihan kepemimpinan nasional yang diikuti oleh pejabat pemerintah daerah, dan bertujuan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Palu melalui kerja sama strategis dengan berbagai organisasi non pemerintah.
Wali Kota Hadianto dalam arahannya menyampaikan bahwa pelatihan kepemimpinan tidak hanya membentuk kemampuan manajerial aparatur, tetapi juga ditujukan untuk melahirkan inovasi yang berdampak langsung pada pembangunan daerah.
“Proyek seperti ini sangat strategis, karena tidak hanya memanfaatkan potensi internal pemerintah, tetapi juga membuka ruang kolaborasi dengan mitra eksternal yang memiliki semangat membangun Kota Palu bersama,” ujar Wali Kota.
Ia menekankan pentingnya menggali dan mengelola potensi daerah secara optimal, terutama dalam memperluas basis penerimaan daerah guna mendukung pembangunan berkelanjutan, baik dari segi infrastruktur, pelayanan publik, maupun peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Di periode kedua ini, kami ingin memastikan bahwa seluruh potensi Kota Palu benar-benar dimaksimalkan. Dengan begitu, pembangunan yang kita lakukan akan membawa dampak signifikan dan berkelanjutan bagi masyarakat,” tegasnya.
Wali Kota juga menginstruksikan kepada Asisten Usman agar segera menindaklanjuti proyek tersebut dengan melibatkan berbagai lembaga non pemerintah, termasuk dunia usaha, organisasi masyarakat, dan sektor informal lainnya yang berpotensi mendukung peningkatan PAD.
“Saya minta agar lembaga-lembaga yang ada diundang secara aktif dan dilibatkan dalam proses penyusunan maupun pelaksanaan kegiatan ini. Semakin besar partisipasi publik, semakin besar pula hasil yang bisa dicapai,” tambah Hadianto.
Pemaparan proyek ini turut dihadiri oleh sejumlah perwakilan lembaga non pemerintah di Kota Palu, antara lain Kamar Dagang dan Industri (Kadin), serta mitra lainnya yang berkomitmen mendukung peningkatan kapasitas fiskal daerah melalui pendekatan kolaboratif.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk komitmen Pemerintah Kota Palu dalam membangun tata kelola pemerintahan yang partisipatif dan transparan, dengan mengedepankan inovasi dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata.

