Palu, beritasulteng.id – Memasuki 100 hari masa kepemimpinan Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, dan Wakil Gubernur Reny Lamadjido, sejumlah program yang dijanjikan mulai menunjukkan dampaknya di tengah masyarakat.
Melalui program unggulan “Berani Cerdas dan Berani Sehat”, pemerintah provinsi mengklaim telah menghadirkan berbagai kebijakan yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, khususnya di bidang pendidikan dan kesehatan.
Warga Sulawesi Tengah kini bisa mengakses layanan kesehatan dan pendidikan secara gratis hanya dengan menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP). Program ini disebut sebagai salah satu wujud komitmen pasangan Anwar-Reny terhadap pelayanan publik yang inklusif.
Pengamat politik Universitas Tadulako, Muhammad Khairil, menilai pasangan Anwar-Reny menunjukkan keseriusan dalam memimpin dengan pendekatan yang berpihak pada rakyat.
“Dalam waktu yang relatif singkat, mereka mampu meletakkan dasar pemerintahan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat,” ujarnya saat dihubungi Jumat (30/5/2025).
Khairil menambahkan, keberhasilan merealisasikan program dalam 100 hari pertama patut diapresiasi, terutama karena menyasar kebutuhan dasar masyarakat.
Ia juga menilai langkah-langkah strategis yang diambil Gubernur Anwar Hafid menunjukkan arah kepemimpinan yang terencana dan sesuai dengan visi-misi yang disampaikan saat kampanye.
“Pak Anwar menunjukkan komitmen yang kuat, dan sejauh ini upaya percepatan pelayanan publik berjalan dengan baik,” katanya.
Khairil optimistis bahwa capaian dalam 100 hari kerja bisa menjadi pijakan kuat bagi realisasi program jangka menengah dan panjang pemerintah daerah.
Meski demikian, sejumlah pihak masih menantikan evaluasi yang lebih menyeluruh dari lembaga independen untuk memastikan efektivitas program dan dampaknya di berbagai lapisan masyarakat.
