Editor ; Moh.Nasir Tula
Palu, beritasulteng.id – Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-74 Persatuan Jaksa Indonesia (PERSAJA) secara khidmat dan tertib. Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah, Dr. Bambang Hariyanto, bertindak sebagai inspektur upacara dalam kegiatan yang dihadiri oleh para pejabat struktural, jajaran Kejaksaan Negeri, serta seluruh insan Adhyaksa di lingkungan Kejati Sulteng.
Dalam upacara tersebut, Kajati Sulteng membacakan amanat Jaksa Agung Republik Indonesia, ST Burhanuddin, yang menekankan bahwa peringatan HUT PERSAJA merupakan momentum refleksi atas peran dan tanggung jawab jaksa dalam menegakkan hukum secara adil dan bermartabat.
Dengan tema “PERSAJA Bersinergi Mendukung Institusi Wujudkan Asta Cita Penegakan Hukum,” Jaksa Agung mengingatkan pentingnya peran PERSAJA dalam mendukung agenda strategis Kejaksaan untuk menciptakan sistem hukum yang humanis, akuntabel, dan modern.
Jaksa Agung juga mengulas sejarah PERSAJA yang berdiri sejak 1951, serta peran aktif organisasi ini dalam reformasi hukum nasional. Ia menyoroti kontribusi PERSAJA dalam penyusunan RUU KUHAP, sosialisasi KUHP Nasional, hingga penguatan etika profesi melalui Majelis Kode Perilaku Jaksa.
Di tengah perkembangan global dan kemajuan teknologi, Jaksa Agung mengimbau agar jaksa terus meningkatkan kapasitas dalam menghadapi tantangan kejahatan baru, serta memperkuat kerja sama internasional.
Menutup amanatnya, Jaksa Agung mengajak seluruh insan Adhyaksa untuk memperkuat semangat kebersamaan, menjaga marwah institusi, dan menjadi jaksa yang tidak hanya cerdas di ruang sidang, tetapi juga peka terhadap masyarakat.
Upacara ini menjadi bentuk komitmen Kejati Sulteng dalam menumbuhkan profesionalisme, integritas, serta menjunjung tinggi nilai-nilai Adhyaksa dalam pelayanan hukum kepada masyarakat.
Usai upacara, kegiatan dilanjutkan dengan tasyakuran sederhana dan pemotongan tumpeng serentak secara nasional. Di Kejati Sulteng, potongan tumpeng pertama diberikan kepada jaksa paling senior sebagai bentuk penghormatan, potongan kedua kepada jaksa termuda sebagai simbol regenerasi, dan potongan ketiga kepada jaksa yang berulang tahun bertepatan dengan HUT PERSAJA, sebagai penghargaan atas kebersamaan pribadi dan profesi.
Acara berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan, mencerminkan solidaritas dan jiwa korsa seluruh insan Adhyaksa.








