Kejati Sulteng Gelar Talkshow Hari Anti Korupsi Sedunia 2024: Kolaborasi Masyarakat dan Media dalam Pencegahan Korupsi

Editor : Moh.Nasir Tula

Palu, beritasulteng.id – Dalam rangka memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia (HAKORDIA) 2024, Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah (Kejati Sulteng) menyelenggarakan talkshow bertema “Peran Serta Masyarakat dan Pers dalam Pencegahan Tindak Pidana Korupsi”. Acara ini berlangsung di Aula Kaili, lantai 6 Kantor Kejati Sulteng dan dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk mahasiswa, wartawan, dan LSM anti-korupsi.

Talkshow tersebut menghadirkan narasumber dari berbagai latar belakang, yaitu Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah Dr. Bambang Hariyanto, Dekan Fakultas Hukum Universitas Tadulako, serta perwakilan jurnalis. Acara ini dimaksudkan untuk memberikan wawasan dan membangun kesadaran kolektif mengenai pentingnya peran masyarakat dan media dalam pemberantasan korupsi.

Dalam sambutannya, Dr. Bambang Hariyanto menegaskan pentingnya kolaborasi antara masyarakat dan media untuk menciptakan budaya anti-korupsi. Ia menyampaikan bahwa korupsi merupakan ancaman serius yang merusak kehidupan berbangsa dan bernegara, termasuk melemahkan perekonomian serta kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara.

“Pemberantasan korupsi bukan hanya tugas pemerintah atau penegak hukum, melainkan tanggung jawab bersama. Peran aktif masyarakat, pers, dan mahasiswa sangatlah penting untuk mencegah praktik koruptif yang dapat merugikan bangsa,” ujarnya.

Dr. Bambang juga mengapresiasi langkah Presiden Prabowo Subianto yang menekankan perlunya perbaikan sistem, penegakan hukum yang tegas, dan digitalisasi dalam pemberantasan korupsi.

Paparan Narasumber

Dalam sesi talkshow, Kepala Kejaksaan Tinggi memaparkan mekanisme penanganan kasus korupsi, mulai dari proses pelaporan, penyelidikan, hingga pengembangan perkara. Ia juga memperkenalkan peran dan fungsi kejaksaan kepada mahasiswa.

Dekan Fakultas Hukum Universitas Tadulako memberikan perspektif teoritis tentang pentingnya edukasi masyarakat dalam membangun kesadaran kolektif terhadap bahaya korupsi. Sementara itu, perwakilan jurnalis berbagi pengalaman tentang pengungkapan kasus korupsi dan peran media dalam mengawasi kinerja pemerintah.

Diskusi Interaktif

Sesi diskusi menjadi momen interaktif, di mana peserta mengajukan berbagai pertanyaan terkait tantangan teknis dalam penegakan hukum, pengelolaan laporan kasus korupsi, dan transparansi dalam proses hukum. Narasumber memberikan jawaban yang lugas, menggambarkan upaya intensif yang dilakukan untuk memberantas korupsi.

Penghargaan bagi Media dan LSM

Acara ini juga diisi dengan pemberian penghargaan kepada media dan LSM yang berkontribusi aktif dalam mendukung pemberantasan korupsi. Penghargaan tersebut meliputi:

Media Online Paling Aktif Mendukung Pemberitaan Penanganan Korupsi: Deadline-news.com

Media Online Paling Aktif Memberitakan Kinerja Positif Kejati Sulteng: Inakor.id

Media Online dengan Pemberitaan Paling Inovatif: Rajawali Net

Media Online dengan Pemilihan Tata Bahasa Paling Menarik: Karya Pena Nusantara

LSM Paling Aktif Melakukan Investigasi Dugaan Korupsi: LSM KRAK

Penghargaan diserahkan langsung oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah.

Harapan dan Komitmen

Melalui kegiatan ini, Kejati Sulteng berharap sinergi antara masyarakat, akademisi, pers, dan penegak hukum semakin kuat dalam melawan praktik korupsi. Institusi ini juga menegaskan komitmennya untuk terus membuka ruang dialog dan meningkatkan transparansi demi mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan berintegritas.

Acara ini tidak hanya menjadi ajang edukasi, tetapi juga membangun semangat kolaborasi lintas sektor untuk menciptakan Indonesia yang lebih bersih dari korupsi.