Situasi terakhir tempat terjadinya longsor di desa Walandano kecamatan Balaesang Tanjung, yang memutuskan akses jalan penghubung antar desa dan kabupaten Tolitoli, Pada Minggu 23/5/2021, Foto.Handri.

Akibat Longsor Akses Jalan Desa Walandano Mengalami Kerusakan Parah

Situasi terakhir tempat terjadinya longsor di desa Walandano kecamatan Balaesang Tanjung, yang memutuskan akses jalan penghubung antar desa di kecamatan tersebut, Pada Minggu 23/5/2021, Foto.Handri.

Donggala,beritasulteng.id – Longsor terjadi di Desa Walandano, Kecamatan Balaesang Tanjung, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, Pada Minggu (23/5/2021).

Hasil penelusuran wartawan media ini, Akibat adanya longsor yang terjadi sudah mencapai hari ke tiga saat ini, jalan penghubung ke beberapa desa yakni Jalan Menuju Desa Malei, Kamonji, Ketong, Manimbaya, Palau, Pomolulu, dan desa Rano B ,Kecamatan Balaesang Tanjung, Kabupaten Donggala, mengalami kerusakan parah tertimpa longsor tepatnya di Desa Walandano dari pukul 22:00.

Adanya longsor tersebut jalur yang menghubungkan beberapa Desa tersebut mengalami kelumpuhan, sehingga kendaraan roda dua ( Motor ) dan roda empat ( Mobil ) sangat sulit melewati jalur yang sudah di penuhi dengan bebatuan dan ranting – ranting serta akar pohon.

Nampak terlihat jelas reruntuhan menutupi hampir semua badan jalan tepatnya di kilometer 110, dan kendaraan yang melewati jalan tersebut harus penuh hati – hati, karena di sebelah kiri jalan terdapat jalur jurang cukup tinggi.

Saat ini di lokasi sebagian masyarakat yang melewati jalan tersebut dan di temani warga sekitar terus berupaya bahu membahu menyingkirkan beberapa reruntuhan yang dari batu – batuan maupun ranting – ranting serta akar pohon, dengan menggunakan alat apa adanya secara gotong royong.

Salah satu warga Umar yang ada di lokasi mengatakan akses jalan ini sudah hampir sering terjadi longsor, namun sayangnya pemerintah kabupaten Donggala maupun balai jalan yang menanggani jalur ini, sepertinya kurang memperhatikan.

Ini sudah sering terjadi dari tahun ke tahun biar tidak musim hujan, longsor di areal gunung ( Kilometer 110 ) seperti sudah jadi langganan gunung ini.

Olehnya itu, kami dan warga berharap jalan yang menghubungkan antar desa di Kecamatan Balaesang Tanjung, ini harus jadi perhatian khusus, sehingga hasil pertanian dan nelayan dari warga bisa lancar dalam meningkatkan roda perekonomian, harapnya dan di amini warga yang ad di lokasi tempat terjadinya longsor. ( Handri )

About beritasulteng

Check Also

Gubernur Sulteng, Donggala Di Persiapkan Sebagai Penyangga Ibu Kota Negara Baru

Palu, beritasulteng.id – Gubernur Sulawesi Tengah H. Rusdy Mastura , Menerima Audiensi Bupati Donggala Kasman …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *