Palu, beritasulteng.id – Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid, secara simbolis membuka pelaksanaan Audisi Tilawah Al-Qur’an Kota Palu Tahun 2026 pada Senin (2/3/2026). Kegiatan tersebut digelar di Masjid Uswatun Hasanah Kota Palu yang berada di lingkungan Kantor Wali Kota Palu.
Audisi ini diikuti oleh peserta berusia 7 hingga 15 tahun yang berasal dari berbagai wilayah di Palu. Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya pembinaan generasi muda dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an sekaligus menjaring bibit qori dan qoriah potensial di daerah tersebut.
Dalam sambutannya, Wali Kota Hadianto menyampaikan bahwa audisi ini tidak hanya menjadi ajang seleksi, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran bagi para peserta untuk meningkatkan kemampuan tilawah Al-Qur’an.
Menurutnya, para peserta yang mengikuti audisi akan melalui proses seleksi untuk menentukan siapa saja yang berhak melanjutkan ke tahap pembinaan berikutnya. Peserta yang lolos nantinya akan mendapatkan pelatihan dan pembinaan yang lebih intensif.
“Harapannya tentu semua bisa masuk ke tahap selanjutnya. Namun yang terpenting, ikuti audisi ini dengan baik. Jika lolos tentu menjadi kebanggaan, tetapi jika belum berhasil jangan berkecil hati dan tetap terus berlatih,” ujar wali kota.
Wali Kota juga menegaskan bahwa peserta yang belum lolos seleksi bukan berarti tidak memiliki kemampuan yang baik. Ia mengajak para peserta untuk terus meningkatkan kemampuan dan mempersiapkan diri untuk kesempatan berikutnya.
Selain itu, Hadianto turut menyampaikan apresiasi kepada para orang tua yang telah memberikan dukungan kepada anak-anaknya untuk mengikuti kegiatan tersebut.
“Terima kasih kepada para orang tua yang telah memberikan dukungan penuh kepada anak-anak kita. Semoga dari kegiatan ini lahir qori dan qoriah yang mampu membawa nama baik Kota Palu,” tambahnya.
Audisi Tilawah Al-Qur’an tingkat Kota Palu ini terselenggara melalui kerja sama antara Pemerintah Kota Palu, IPQAH Sulawesi Tengah, IPQAH Kota Palu, serta BAZNAS Kota Palu.
Melalui kegiatan ini diharapkan dapat melahirkan generasi qori dan qoriah yang mampu berprestasi di berbagai ajang tilawah Al-Qur’an, baik di tingkat daerah maupun nasional, sekaligus mendukung implementasi program pembangunan keagamaan “Palu Religi.”








