Editor ; Moh.Nasir Tula
Palu, beritasulteng.id – Wali Kota Palu, H. Hadianto Rasyid, SE, melakukan kunjungan silaturahmi ke Gereja Pantekosta di Indonesia (GPID) Jemaat Eben Haezer Palu yang berlokasi di Jalan Bouraq, Kelurahan Lasoani, Senin (10/11/2025). Kunjungan ini menjadi wujud nyata komitmen Pemerintah Kota Palu dalam memperkuat tali persaudaraan dan keharmonisan antarumat beragama di kota tersebut.
Kedatangan Wali Kota disambut hangat oleh para pendeta dan jemaat. Suasana pertemuan berlangsung akrab dan penuh kekeluargaan.
Dalam sambutannya, Wali Kota Hadianto mengingat kembali kebersamaannya bersama jemaat Eben Haezer pada periode pertamanya menjabat sebagai Wali Kota Palu. Ia menyebut doa dan dukungan masyarakat, termasuk jemaat GPID Eben Haezer, menjadi bagian penting dalam perjalanannya memimpin Kota Palu.
“Saya ingat sekali, pada periode pertama saya hadir di sini dan mendapat dukungan dari jemaat semua. Berkat doa dan dukungan tersebut, saya diberi amanah oleh masyarakat Kota Palu,” ujarnya.
Ia menegaskan, seorang kepala daerah bukan hanya representasi pribadi, tetapi mewakili seluruh warga Kota Palu.
“Keberadaan saya bukan mewakili saya sendiri, tetapi kita semua. Tanpa kebersamaan ini, saya tidak bisa berdiri di sini sebagai wali kota,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, Wali Kota juga menyerahkan bantuan kepada pihak gereja sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap kegiatan keagamaan dan pelayanan jemaat. Ia berharap bantuan ini dapat memperkuat aktivitas pembinaan kerohanian di lingkup gereja.
Selanjutnya, Wali Kota Hadianto menyampaikan rasa syukur atas berbagai capaian pembangunan Kota Palu sepanjang tahun 2025, termasuk penghargaan nasional dan perhatian dari berbagai daerah terhadap percepatan pemulihan Kota Palu pascabencana 2018.
“Pemulihan Kota Palu berlangsung relatif cepat dibanding sejumlah daerah yang mengalami bencana besar. Hal ini yang menjadi perhatian banyak pihak sehingga kita banyak menerima undangan dan apresiasi dari luar,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya pengelolaan keuangan pembangunan berbasis kepentingan masyarakat, mengingat seluruh pembiayaan pembangunan berasal dari masyarakat itu sendiri.
“Pembangunan harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat karena sumber pembiayaannya juga berasal dari masyarakat,” tandasnya.
Menutup sambutannya, Wali Kota memaparkan rencana strategis pengembangan wilayah tahun 2026–2027, termasuk revitalisasi kawasan pesisir dari Silae hingga Penggaraman menjadi kawasan wisata baru yang diharapkan meningkatkan keindahan dan daya tarik Kota Palu.
“Saya yakin revitalisasi ini akan mengubah wajah kota kita. Apa yang kita bangun hari ini bukan hanya untuk kita, tetapi untuk anak-anak dan cucu-cucu kita,” ucapnya.
Kunjungan diakhiri dengan doa dan ucapan terima kasih dari pihak gereja. Jemaat menyambut harapan agar sinergi antara pemerintah dan masyarakat terus terjalin dalam membangun Kota Palu yang lebih maju, damai, dan sejahtera.
Foto: Jufri

