Palu,beritasulteng.id – Suasana haru menyelimuti ruang kerja Walikota Palu pada Senin, 3 Maret 2025, ketika Walikota Palu H. Hadianto Rasyid, SE dan Wakil Walikota Palu Imelda Liliana, SE., MAP menyampaikan sambutan awal mereka di hadapan tamu undangan.
Momen mengharukan tersebut terjadi saat Walikota Hadianto Rasyid membuka sambutannya dengan puji syukur kepada Allah SWT dan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Dalam suasana yang hening, tanpa disadari, air mata menetes dari wajah pemimpin yang kembali terpilih untuk periode kedua ini.
“Terima kasih kepada seluruh masyarakat Kota Palu yang kembali memberikan amanah kepada kami untuk memimpin kota ini. Ini semua berkat doa dan dukungan masyarakat,” ujar Hadianto dengan suara bergetar.
Ia mengungkapkan bahwa pencapaian ini bukanlah hasil kerja individu, melainkan kerja keras bersama seluruh elemen masyarakat. Kepercayaan yang diberikan oleh warga Kota Palu untuk lima tahun ke depan merupakan tanggung jawab besar yang akan dijalankan dengan penuh dedikasi.
Meski diliputi rasa haru, Hadianto tetap melanjutkan sambutannya dengan tegar. Momen ini juga mengundang keharuan para tamu undangan, termasuk Ketua DPRD Kota Palu, Ketua Tim Pemenangan Hadi – Imelda, tokoh adat, perwakilan Kapolresta Palu, Kejari Palu, Kodim 1306, serta unsur kepala OPD Kota Palu. Bahkan, sang ibunda yang turut hadir tampak terharu melihat putranya menyampaikan sambutan penuh makna ini.

Tak hanya Hadianto, Wakil Walikota Palu Imelda Liliana juga menitikkan air mata saat menyampaikan ucapan terima kasih kepada masyarakat. Ia mengenang dukungan dan nasihat dari ayahandanya, H. Muhidin Said, yang selalu mengajarkan cara berpolitik dengan santun dan penuh tanggung jawab.
Di sisi Imelda, sang suami dengan penuh kasih memberikan dukungan, sesekali menyentuh bahu istrinya untuk menenangkan dan memberi semangat agar dapat menyelesaikan sambutannya.
Dalam pidatonya, Hadianto juga menyinggung berbagai tantangan yang dihadapi Kota Palu. Menurutnya, kondisi saat ini membutuhkan efisiensi dan kebijakan yang tepat agar pembangunan dan pelayanan masyarakat tetap berjalan optimal.
“Tantangan yang kita hadapi cukup besar. Pemerintah harus melakukan efisiensi dan pengetatan anggaran. Namun, saya ingin masyarakat memahami bahwa setiap kebijakan yang diambil didasarkan pada kondisi global yang berdampak pada kita semua,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Palu akan terus berupaya memberikan pelayanan terbaik serta membangun infrastruktur yang lebih baik di masa mendatang. Namun, keberhasilan ini hanya bisa dicapai dengan kerja sama dan dukungan penuh dari seluruh masyarakat.
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kita harus bersatu, memahami kondisi yang ada, dan bergerak bersama untuk mewujudkan Kota Palu yang lebih maju,” pungkasnya.
Sambutan yang penuh emosional ini menjadi awal yang mengesankan bagi periode kepemimpinan mereka, sekaligus menguatkan komitmen untuk bekerja lebih keras dalam melayani masyarakat Kota Palu.







