Raja Tolitoli Mohammad Saleh Bantilan

Moh.Saleh Bantilan ; Polres Tolitoli Dinilai Lambat Tangani Kasus Raja

Raja Tolitoli Mohammad Saleh Bantilan

Tolitoli,beritasulteng.id – Kasus pencemaran nama baik yang menimpa Mantan Bupati Tolitoli dua periode yang juga merupakan Raja Tolitoli, H.Mohammad Saleh Bantilan penanganan kasusnya di nilai lambat.
Pada tahun 2018 lalu, Raja Tolitoli, Mohammad Saleh Bantilan telah memasukkan laporan ke Polres Tolitoli atas perbuatan Hasanudin Lamata alias Udin Lamata yang diduga mencemarkan nama baiknya sebagai Bupati Tolitoli.

Pada tahun 2020 kemarin, Raja Tolitoli kembali melaporkan perbuatan Hasanudin Lamata dengan dugaan yang sama yakni pencemaran nama baik atau penghinaan yang terjadi di media sosial atau internet.

Akan tetapi hingga saat ini belum ada kejelasan dari pihak Kepolisian apakah Hasanudin Lamata sudah ditetapkan sebagai tersangka atau belum. Selain itu, belum diketahui apakah Hasanudin Lamata juga sudah dimintai keterangan sebagai terlapor atau belum, karena di ketahui selalu berada di luar daerah.

Lambatnya penanganan kasus tersebut oleh penyidik Polres Tolitoli, Hal itu kemudian di pertanyakan Raja Tolitoli Muhammad Saleh Bantilan selaku korban pencemaran nama baik atas penanganan kasus yang merugikan dirinya.

“Kalau memang Polres Tolitoli lambat saya bisa mengadukan ini ke Polda atau Mabes Polri, karena saya ingin kepastian hukum, yang salah sebenarnya siapa, saya atau dia,” ungkap Raja Tolitoli, Jum’at (7/5/2021).

Mantan Bupati Tolitoli dua periode, Muhammad Saleh Bantilan yang juga selaku Ketua DPD PAN Kabupaten Tolitoli mempertanyakan nyali dari Polres Tolitoli untuk bisa menuntaskan kasus tersebut atau tidak. Menurutnya, tidak ada manusia yang ada di muka bumi ini yang kebal hukum termasuk Udin Lamata.” Pak Kapolres Tolitoli, tolong ambil langkah tegas secepatnya,” ungkap Ale Bantilan.

Kini dirinya masih bersabar atas perbuatan Udin Lamata yang merugikan nama baiknya. Apalagi, Udin Lamata sudah berkoar-koar di media. Saya mau lihat langkah tegas Polres itu seperti apa, sampai hari ini saya masih sabar, tapi sebagai seorang Muhammad Saleh Bantilan sabar itu ada batasnya,” ujarnya.

Olehnya itu, ungkap Muhammad Saleh Bantilan pihaknya berharap agar Kapolres Tolitoli bisa mengambil langkah tegas untuk menuntaskan kasus yang merugikan dirinya.

“Dengan hormat saya mohon kepada pak Kapolres tegakkan hukum dengan tegas, karena tindakan Udin Lamata ini permainkan Polres Tolitoli,” ujarnya.

Menurut Raja Tolitoli, jika nantinya proses ini berjalan dan dirinya dinyatakan bersalah, maka dirinya siap di hukum dengan undang-undang yang berlaku.

“Tapi dia (Udin Lamata) harus hadir dan buktikan dia punya bicara di media itu betul atau tidak, jangan jadi pengecut,” cetusnya.

Sementara itu ditempat terpisah, Kasat Reskrim Polres Tolitoli, Iptu Rizal saat ditemui media ini membenarkan adanya laporan dari mantan Bupati Tolitoli H.Muhammad Saleh Bantilan mengenai dugaan pencemaran nama baik yang dilakukan Hasanudin Lamata.

“Benar ada laporan dari Mantan Bupati Tolitoli, Muhammad Saleh Bantilan mengenai dugaan pencemaran nama baik yang dilakukan Hasanudin Lamata dan saat ini masih dalam proses,”ungkap Iptu Rizal.

Menurut Kasat Reskrim Polres Tolitoli, dalam perkara ini terdapat dua pokok masalah yakni laporan Hasanudin Lamata mengenai dugaan penyerobotan lahan yang dilakukan Muhammad Saleh Bantilan dan laporan Mantan Bupati Tolitoli mengenai dugaan pencemaran nama baik yang dilakukan Hasanudin Lamata.

“Kami (penyidik) telah melakukan gelar untuk kasus penyerobotan tanah sebagai mana awal dari terjadinya peristiwa penghinaan atau pencemaran nama baik yang bersangkutan.

Setelah selesai, baru nanti berangkat ke pencemaran nama baik dan atau penghinaan yang dilaporkan Pa Ale,” pungkas Kasat Reskrim. (Andi.ZR)

About beritasulteng

Check Also

Sambut Sumpah Pemuda, Komunitas Motor Tolitoli Gelar Donor Darah

Tolitoli, beritasulteng.id – Berbagai komunitas motor di daerah termasuk Kabupaten Tolitoli, Minggu (17/10/21) bersama Palang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *