Sekretaris Kabupaten Parimo Zulfinasran

Sesama Warga Padagimo Bisa Mudik Lebaran Dengan Sistim Celaster

Sekretaris Kabupaten Parimo Zulfinasran,S.STP, M.A.P, saat di wawancarai oleh awak media di ruang kerjanya, Pada Selasa 27/4/2021.

Parigi, beritasulteng.id – Pasca pemerintah pusat menerapkan larangan mudik lebaran 1442 H / 2021 M terhitung dari tanggal 6 s / 17 Mei dan selanjutnya di tindak lanjuti oleh pemerintah provinsi Sulawesi Tengah , hal ini dilakukan demi mencegah penyebaran virus Covid – 19 bagi seluruh masyarakat, yang sampai sejauh ini semua wilayah berjuang memutus mata rantai penyebaran virus Korona tersebut.

Sebagai bentuk kepatuhan atas edaran dari pemerintah pusat dan daerah, tentunya di kabupaten Parigi – Moutong ( Parimo ) akan menerapkan itu semua, namun  mudik lebaran bisa di kategorikan dengan menggunakan sistim  ” Aglomerasi ”  berdasarkan aturan Kementrian Perhubungan ( Permenhub ) No 25 Tahun 2020 Tentang pengendalian transportasi selama masa mudik idul Fitri 1442 dan pandemi virus Corona, tutur Sekretaris Kabupaten Parimo Zulfinasran, S.STP, M.A.P, dihadapan awak media, Pada Selasa 27 April 2021.

Sistim Aglomerasi merupakan kota atau kabupaten yang terhubung dengan daerah perkotaan yang berkesinambungan seperti wilayah Padagimo ( Kota Palu, Kab. Donggala, Parigi dan Sigi ), atas dasar itu lah ( Aglomerasi ) sehingga melalui dinas perhubungan provinsi Sulawesi tengah memiliki kebijakan regulasi bahwa Parimo di berikan ada celaster – celaster ,di mana beberapa daerah itu dapat beraktifitas dalam ( Aglomerasi ) sudah di tentukan provinsi.

Dan memang untuk kabupaten Parimo tidak masuk di beberapa daerah yang lain hanyalah posisi tunggal, ” Namun Alhamdulillah Parimo ini masuk kategori Aglomerasi untuk wilayah Padagimo dan bisa saling silaturahmi”, setelah mendengar penyampaian dari kadis perhubungan propinsi Sulteng berdasarkan permintaan dari bupati dan wakil bupati Parimo, kami bersyukur aktifitas masyarakat bisa berjalan lancar baik dari pantai barat dan kota palu sekaligus wilayah lainya, hal ini lah yang menjadi pertimbangan, ungkapnya.

Penerapan Aglomerasi ini akan diterapkan pada mudik lebaran 2021 dengan melihat sisi letak geografis antar kabupaten, kalaw untuk wilayah Sulawesi tengah rutenya seperti kabupaten Poso, Ampana, Morowali Utara dan Morowali, selanjutnya Kabupaten Tolitoli dan Buol, serta Kabupaten Luwuk bersaudara.

Pastinya, unsur Forkompimda kabupaten Parimo akan membentuk Tim  yang akan di tempatkan pada posko – posko pengamanan lebaran nantinya  dengan beberapa titik, sekaliguse  mengupayakan menempatkan tiga orang dari BPBD, Dishub, Pol PP, dinas kesehatan.

Posko – posko lebaran yang di siapkan terdiri dari ada enam titik dan rencananya mulai di aktifkan H – 7 sebelum lebaran, mungkin sajah bisa berubah sambil menunggu hasil pertemuan selanjutnya dengan dinas perhubungan, karena kalaw melihat kebiasaan tahun – tahun sebelum adanya Covid – 19, banyak warga parimo maupun Gorontalo mudik sering lewat jalur perbatasan dan masuk di kota Parimo, paparnya dihadapan awak media saat diruang kerjanya.

Pemkab Parimo akan berlakukan penegasan kepada warga antar propinsi kalaw kedapan mudik lebaran melalui jalur darat saat masuk di pos – pos perbatasan, tegas Zulfinasran.

Namun kami menghimbau bagi yang mudik wilayah Padagimo untuk mematuhi protokol kesehatan ( Prokes ), dan semua posko – posko melalui tim yang sudah terbentuk pun menyiapkan hand sanitazer, masker dan kemungkinan besar mobil ambulance untuk mengantisipasi hal – hal yang tidak di inginkan dari warga kota palu, Donggala, Sigi yang mau menuju Kabupaten Parimo. ( Rival )

 

 

 

 

 

 

 

About beritasulteng

Check Also

Terkait Beberapa Kasus Di Desa Tompo Warga Desak Aparat Kepolisian Lakukan Penangkapan Kades Tompo

Parimo, beritasulteng.id – Terkait banyaknya pelanggaran dalam memimpin roda pemerintahan di desa Tompo Kecamatan Taopa …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *