Kapolda Sulteng dan Wagub Sulteng mengikuti rapat koordinasi larangan mudik lebaran tahun 2021, secara virtual dengan Kapolri dan Mentri Perhubungan, Pada Rabu 21/4/2021,

Antisipasi Mudik Lebaran, Polda Sulteng Gelar Rakor Larangan Mudik Dan Kesiapan Pengamanan

Wagub Sulteng Rusli Dg.Palabi mengikuti rapat koordinasi larangan mudik lebaran tahun 2021, bersama unsur Kepolisian, TNI dan Kejaksaan Tinggi Sulteng, secara virtual dengan Kapolri Komjen Pol. Listyo Sigit Prabowo dan Mentri Perhubungan Ir. Budi Karya Sumadi, Pada Rabu 21/4/2021, (Ft.Humas Sulteng)

Palu,beritasulteng.id- Mengantisipasi datangnya mudik lebaran Idul Fitri 1442 H / 2021 M, pihak Kepolisian Daerah ( Polda.Sulteng ) bersama pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, melaksanakan rapat koordinasi ( Rakor ) terkait larangan mudik lebaran bagi masyarakat Sulawesi Tengah.

Dimana rakor ini di hadiri Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Dr. H. Rusli Dg Palabbi SH MH didampingi Kapolda Sulteng Irjen. Pol. Abdul Rahman Baso mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) lintas sektoral dalam rangka kesiapan pengamanan Idul Fitri 1442 H di masa pandemi Covid-19.

Yang dilakukan secara virtual dengan narasumber Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) bersama Menteri Kabinet Indonesia Bersatu, bertempat di Ruang Rupatama Polda Sulteng, Jalan Soekarno-Hatta, Rabu 21 April 2021.

Dalam arahanya Kapolri Komjen Pol. Listyo Sigit Prabowo pelarangan mudik ini dilakukan untuk memutuskan mata rantai  penyebaran Covid – 19, walaupun terjadi penurunan kasus aktif pandemic covid-19 per tanggal 18 April 2021 adalah 105.859 orang atau terjadi penurunan kasus sebesar 4.090 dibandingkan kasus covid-19 pada tanggal 11 April 2021.

Menurut Kapolri, berdasarkan data tahun lalu terjadi peningkatan kasus pandemic covid-19 khususnya saat liburan pada libur Idul Fitri 2020 jumlah kasus harian naik 93% dan jumlah kematian mingguan naik 66%, makanya pemerintah pusat menghimbau kepada pemerintah daerah untuk melarang warganya mudik lebaran, paparnya.

Walupun kita ketahui bersama “Tujuan utama mudik adalah bertemu keluarga khususnya orang tua di kampung halaman, sementara yang paling rentang terdampak pandemic covid-19 adalah lansia (diatas 60 tahun), sebut Kapolri

Perlu di ketahui bersama  peniadaan mudik dan operasi ketupat mulai pada tanggal 6 – 17 Mei 2021 atau selama 12 hari, hal tersebut diperkuat dengan SE Menpan RB No. 8 Tahun 2021 tanggal 7 April 2021 tentang pembatasan kegiatan bepergian ke luar daerah/mudik/cuti bagi ASN dalam masa pandemi.

SE Satgas Pen Covid-19 No. 13 Tahun 2021 tanggal 7 April 2021 tentang peniadaan mudik hari raya Idul Fitri 1442 H dan upaya pengendalian penyebaran covid-19 selama bulan suci Ramadhan 1442 H.

Apalagi di perkuat dengan Peraturan Menhub No 13 Tahun 2021 tentang pengendalian transportasi selama masa Idul Fitri 1442 H dalam rangka pencegahan penyebaran covid-19 serta SE Kemenag No. 3 Tahun 2021 Tanggal 5 April 2021 tentang panduan ibadah Ramadhan dan Idul Fitri Tahun 1442 H, Jelas Kapolri.

Sementara itu Menteri Perhubungan RI, Ir. Budi Karya Sumadi dalam paparannya menyatakan kebijakan larangan mudik lebaran tahun 2021/1442 H berkaca pengalaman tahun lalu sehingga pemerintah resmi melarang mudik lebaran tahun 2021.

Lebih lanjut dikatakannya, pelarangan mudik dilakukan karena pandemi belum berakhir kendati terjadi penurunan kasus Covid-19, namun dari dari Satgas Covid-19 menunjukkan jumlahnya masih sangat besar.

Data dari Satgas Covid-19 juga menunjukkan selama ada libur panjang kasus covid-19 hampir selalu bertambah secara signifikan.

“Pelarangan mudik juga dilakukan karena usia 60 tahun beresiko kematian 19,5 kali lipat, usia 46-59 tahun berisiko kematian 8,5 kali lipat serta pemudik OTG yang berjumlah massif bisa menularkan kepada para lansia yang dapat berakibat fatal,” sebutnya.

Kapolri dan Mentri Perhubungan berharap kepada pemerintah propinsi dapat menjalankan aturan ini secara tegas, sekaligus menghimbau kepada walikota dan bupati menerapkan  larangan tersebut kepada seluruh masyarakatnya yang berkeinginan melakukan mudik lebaran tahun 2021.

Turut hadir pada kesempatan itu, Danrem 132 Tadulako, Brigadir Jenderal TNI H. Farid Makruf, M.A, Kajati Sulteng, Jacob Hendrik Pattipeilohy, SH, MH, Danlanal Palu, Letkol. Laut (P) Rahadian Rahmadi, SE, M.Tr, Pimpinan OPD terkait serta pejabat Polda Sulteng. ( Nasir Tula/Kriman Humas Sulteng)

About beritasulteng

Check Also

Dugaan Palsukan Data Warga Penerima Dana Bantuan Stimulan, LPK Sulteng Lapor Kades Pakuli Induk Ke Polres Sigi

Sigi, beritasulteng.id – Bantuan dana  stimulan yang masuk di desa Pakuli Induk Kecamatan Gumbasa Kabupaten …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *