Tumpukan tanah yang tercecer di jalan yang menjadi keluhan warga magamu - Kartini di akibatkan urug dari drum trug.

Warga Keluhkan Ceceran Tanah Urug Dari Dump Truck Di Jalan Magamu-Kartini

Tumpukan tanah yang tercecer di jalan yang menjadi keluhan warga magamu – Kartini di akibatkan urug dari drum trug, Pada Kamis ( 15/07/2021). Foto. Andi.ZR.

Tolitoli, beritasulteng.id – Warga Baolan, Kabupaten Tolitoli mengeluhkan ceceran tanah urug yang tumpah dari bak dump truck. Pasalnya kondisi jalan menjadi berdebu dan licin bila hujan.

Berdasarkan pantauan, Kamis (15/7) di Jalan Raya Magamu-Kartini terdapat aktivitas pengangkutan galian tanah oleh dump truck besar. Banyak dump truck membawa tanah urug mondar-mandir di ruas jalan tersebut.

Karena tidak tertutup di bagian atas baknya, mengakibatkan tanah galian itu tercecer ke bahu jalan di sejumlah titik. Di antaranya, di wilayah Magamu-Kartini yang merupakan akses keluar masuk dump truck.

Kondisi ini dikeluhkan pengguna jalan dan warga. Pasalnya membahayakan pengendara motor, apalagi ketika hujan turun sehingga kontur jalan menjadi licin.

“Setiap hari dump truck mengangkut material tanah dan batu lewat di jalan raya Mgamu-Kartini. Tapi truk tidak menutup bak atas dengan terpal, sehingga materialnya sering tumpah ke jalan dan berdebu,” kata Aco (43) warga Baolan, Tolitoli.

Hal senada diungkapkan, Rizki (20) pengendara sepeda motor yang setiap hari melintas di lokasi tersebut. Ia meminta kepada pihak terkait untuk segera menindak dump truck pengangkut material tanah dan batu untuk menutup bak dengan menggunakan terpal. Sehingga tak membahayakan pengguna jalan.

Tolong pihak terkait bisa menertibkan dump truck yang seperti itu. Sudah sepekan belakangan ini warga terganggu akibat material tanah yang tercecer menjadi debu dan permukaan jalan licin saat hujan, ungkap Rizki.

Sementara itu, Sekertaris, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tolitoli, Sudirman mengatakan, aktivitas pengangkutan material tanah urug atau batu diatur dalam peraturan pemerintah,  di antaranya diatur tanggung jawab dari aktivitas galian tanah urug.

Menurut aturan pemerintah yang ada, memang diatur tanggungjawab dari aktivitas galian tanah. Termasuk aktivitas dump truck yang mengangkut material tanah ataupun lainnya harus sesuai SOP. Misal harus ada penutup bak dump truck bisa menggunakan terpal atau yang lain. Dan juga muatan material tidak boleh melebihi tinggi bak, kata Sudirman.

Namun demikian, pihaknya hanya bisa memberikan teguran dan himbauan serta sosialisasi. Terkait penindakan, lanjut dia, kewenangan pada Satlantas Polres Tolitoli.

Sifatnya kita imbauan saja, sehingga aktivitas semacam itu tidak sampai mengganggu aktivitas atau meresahkan masyarakat, jelasnya. ( Andi.ZR )

About beritasulteng

Check Also

Sambut Sumpah Pemuda, Komunitas Motor Tolitoli Gelar Donor Darah

Tolitoli, beritasulteng.id – Berbagai komunitas motor di daerah termasuk Kabupaten Tolitoli, Minggu (17/10/21) bersama Palang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *